Pecalang Perketat Pengawasan Desa Adat di Bali, Toko Wajib Tutup Jam 9 Malam

Antara ยท Jumat, 10 April 2020 - 18:54:00 WITA
Pecalang Perketat Pengawasan Desa Adat di Bali, Toko Wajib Tutup Jam 9 Malam
Pecalang Bali. (Foto: Antara)

BADUNG, iNews.id - Petugas keamanan adat atau pecalang di Desa Adat Jimbaran, Kabupaten Badung memperketat pengawasan. Untuk mencegah kerumunan, tiap toko wajib mematuhi peraturan jam operasional yang telah ditentukan.

"Kegiatan patroli ini setiap hari dilakukan di seluruh wilayah desa adat kami untuk melihat dan memantau langsung situasi kondisi yang ada di lapangan," kata Bendesa Adat Jimbaran, I Made Budiarta di Badung, Jumat (10/4/2020).

Dia mengatakan, dalam patroli tersebut pihaknya fokus ke tempat-tempat usaha yang masih buka di luar jam operasional yang telah ditentukan yaitu pukul 21.00 WITA. Juga warga yang masih berkerumun di luar rumah selama masa pandemi Covid-19.

Selama melakukan patroli, pecalang juga disertai Linmas, TNI dan Polri. Namun demikian upaya penegakan aturan selalu mengedepankan cara-cara imbauan sesuai dengan arahan pemerintah.

"Apabila ditentukan masih ada warga yang berkumpul, tim Satgas Keamanan COVID-19 Jimbaran meminta warga untuk segera membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing," katanya.

Sedangkan apabila menemui tempat usaha seperti toko, minimarket serta rumah makan yang masih buka melebihi waktu operasional yang telah ditentukan, maka akan diberikan arahan dan meminta karyawan maupun pemilik usaha terkait untuk segera menghentikan operasional dan menutup tempat usahanya.

Dia menjelaskan, para pelaku usaha yang melanggar jam operasional biasanya beralasan bahwa mereka tidak tidak mendapatkan informasi dan surat pemberitahuan terkait pembatasan jam operasional. Karena itu upaya yang dilakukan dengan memberi pemahaman tentang kebijakan tersebut.

"Apabila sudah diberi pembinaan lebih dari tiga kali dan masih mengulangi kesalahan yang sama, maka kami menurunkan tim dan mengambil sikap tindakan tegas dan memberikan sanksi berupa sanksi adat," katanya.

Dia mengatakan, beberapa tempat yang dikenakan sanksi kini mulai tertib. Kerumunan warga atau toko yang buka di atas jam 9 malam, mulai berkurang.

"Sudah sangat sedikit yang berkumpul dan melanggar ketentuan waktu operasional tempat usaha di wilayah Desa Adat Jimbaran ini," katanya.

Editor : Reza Yunanto