WN Jepang Alami Diskriminasi di Bali terkait Corona, Sekda: Jangan Bertindak Rasis!

Antara · Jumat, 10 April 2020 - 13:35:00 WITA
WN Jepang Alami Diskriminasi di Bali terkait Corona, Sekda: Jangan Bertindak Rasis!
Sekda Bali Dewa Made Indra. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta warga tak mengaitkan warga negara Jepang di Bali dengan penyebaran virus corona (Covid-19). Apalagi sampai melakukan tindakan diskriminatif.

"Saya imbau seluruh masyarakat Bali untuk tidak melakukan tindakan maupun ucapan yang bernada rasis ataupun bernada diskriminatif terharap warga negara suatu negara," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra di Denpasar, Kamis (9/4/2020) malam.

Dia menegaskan, penyebaran corona kini telah menjangkiti 198 negara di dunia. Artinya, virus mematikan tersebut ada di semua negara.

Karena itu sangat tidak tepat jika warga Bali mengaitkan penyebaran Covid-19 dengan warga negara atau suku bangsa tertentu.

"Saya tegaskan Covid-19 tidak terkait dengan suku bangsa tertentu dan tidak terkait dengan negara tertentu pula. Jadi, tidak tepat melakukan tindakan ataupun ucapan yang diskriminatif terhadap warga negara ataupun suku bangsa tertentu," katanya.

Dia mengatakan, Pemprov Bali mengajak seluruh warga Bali untuk selalu menunjukkan sikap santun, ramah dan bertindak secara rasional dalam situasi wabah corona yang juga melanda Bali.

Dia menilai, sikap diskriminatif dan rasis kepada warga negara asing justru akan berdampak buruk bagi Bali yang merupakan salah satu daerah tujuan wisata dunia.

"Mari kita tunjukkan orang Bali selalu santun dan ramah. Mari kita bersikap rasional sehingga tindakan dan ucapan kita menjadi terukur, objektif dan baik bagi semua orang," ujar pria yang juga Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Bali ini.

Diberitakan sebelumnya, Konjen Jepang di Denpasar, Hirohisa Chiba menyampaikan surat kepada Gubernur Bali. Isi surat menjelaskan tindakan diskriminatif yang dialami WN Jepang di Bali dan kantor Konjen Jepang di Denpasar.

Tindakan diskriminatif itu mengaitkan Covid-19 dengan orang Jepang. Seolah-olah, orang Jepang yang membawa virus corona ke Bali.

Editor : Reza Yunanto