Update Gempa Bali M4,8: Korban Meninggal 3 Orang, 2.414 Bangunan Rusak
JAKARTA, iNews.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali I Made Rentin menyebut ada tiga orang meninggal dunia akibat gempa dengan Magnitudo 4,8 pada Sabtu (16/10/2021). Selain itu tercatat ribuan bangunan mengalami kerusakan.
“Korban jiwa 2 meninggal dunia di Bangli, 1 orang di Karangasem. Sementara rincian untuk luka berat 3 di Bangli, 9 orang di Karangasem. Kemudian luka ringan 5 orang di Bangli, 115 di Karangasem. Ini update sampai dengan hari ini pukul 7.30. Ini total hasil penghitungan cepat di dua Kabupaten 1.992 bangunan rusak di Karangasem dan 420 bangunan rusak di Bangli,” ujar Rentin dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (22/10/2021).
Dia mengatakan saat ini telah dilakukan pemetaan kondisi kerentanan tanah di kedua wilayah terdampak gempa.
“Kaitannya dengan kondisi terkini kami baru saja mendapatkan laporan dari teman-teman yang ada di Bangli, Karangasem didampingi BPBD Provinsi Bali. Kami bersinergi dengan tim PUPR bersama dari Geologi melakukan pemetaan berkaitan dengan kondisi kerentanan di kedua wilayah. Kemarin di daerah Karangasem hari ini lebih spesifik berdampak di Kabupaten Bangli,” katanya.
Menurutnya, ruas jalan utama menuju akses Desa Trunyan dan Abang Batudinding yang awal mula terjadinya gempa sekurang-kurangnya ada 8 titik longsoran sudah dilakukan pembersihan.
“Laporan yang kami terima dari lapangan saat turun pertama dengan pimpinan BNPB Jenderal Ganip Warsito, saat itu dari total 6 titik longsoran di hari pertama baru dua titik yang dapat dibersihkan,” ucapnya.
Meski 8 titik longsoran sudah bisa dilewati, masih belum dibuka untuk umum karena tengah dilakukan kajian akibat relatif rawan longsor susulan.
“Hari ini sore hari kami sudah mendapat laporan seluruh titik longsoran. Delapan titik tersebut sudah dapat dibersihkan sehingga akses menuju Desa kembali bisa dilewati. Tetapi oleh petugas yang ada di lapangan karena relatif masih rawan terjadinya longsor kemarin, tim di lapangan memutuskan belum bisa dibuka secara akses umum, hanya petugas untuk penuh kehati-hatian untuk akses ke dua desa yaitu Desa Trunyan dan Desa Abang Batudinding,” kata Rentin.
Editor: Donald Karouw