PKM Hari Ke-6 di Denpasar, Warung dan PKL Diminta Batasi Pengunjung dan Layani Pembelian Online

Antara ยท Rabu, 20 Mei 2020 - 13:07 WIB
PKM Hari Ke-6 di Denpasar, Warung dan PKL Diminta Batasi Pengunjung dan Layani Pembelian Online
Ilustrasi pecalang memeriksa warung dan PKL di Denpasar (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Denpasar, Bali memasuki hari keenam. Sejumlah warung dan pedagang kaki lima (PKL) yang masih beroperasi diminta mematuhi Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 32 tahun 2020 yang menjadi pedoman pelaksanaan PKM.

"Kami turun ke lapangan bersama staf guna melakukan sosialisasi sekaligus memberi pemahaman isi Perwali PKM khususnya tentang protokol kesehatan berniaga terhadap warung dan PKL," kata Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, Rabu (20/5/2020).

Dia menuturkan, masih banyak warung dan PKL yang berjualan tanpa memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Padahal, pemerintah telah memberi peringatan sebelum PKM diberlakukan.

Menurutnya, PKM tidak melarang aktivitas ekonomi. Kendati demikian, ada sejumlah aturan yang harus diperhatikan bagi warung dan PKL yang masih beroperasi.

Di antaranya yakni membatasi pengunjung yang datang demi menghindari kerumunan. Selain itu, pedagang dan pembeli wajib memakai masker. Kemudian tempat duduk yang disediakan harus memberi jarak 1,5 meter. Pemilik warung dan PKL wajib menyediakan tempat cuci tangan yang layak yaitu air bersih dan sabun.

"Bila semua warung dan PKL mengikuti protokol kesehatan diyakini penularan virus corona dapat dicegah," tuturnya.

Sedangkan untuk mengurangi kerumunan, warung dan PKL yang berjualan makanan diimbau untuk membuka layanan pembelian secara daring.

"Hal ini untuk membatasi kerumunan pembeli," katanya.

Menurutnya, belum ada sanksi yang diterapkan kepada warung dan PKL karena sepekan pertama masih pada tahap sosialisasi Perwali kepada masyarakat.

Namun demikian pada pekan depan, bila masih ditemukan pelanggaran, maka akan ada sanksi yang diberikan.

"Kalau sampai ada pedagang ditemukan dalam sidak berikutnya tidak memakai masker atau membiarkan pembeli berkerumun, maka akan diberikan teguran mulai lisan sampai tertulis," ujarnya.

PKM di Denpasar dimulai sejak Jumat 15 Mei 2020 hingga 30 Mei 2020. Bila dianggap perlu, PKM bisa diperpanjang tahap kedua pada 31 Mei 2020 hingga 14 Juni 2020.

PKM dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Kota Denpasar.


Editor : Reza Yunanto