PKM Hari Ke-2, WNA yang Masuk ke Denpasar Jalani Rapid Test

Bagus Alit ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 10:10 WIB
PKM Hari Ke-2, WNA yang Masuk ke Denpasar Jalani Rapid Test
Rapid test di Bapelkesmas Denpasar (Foto: Dok Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Denpasar, Bali memasuki hari kedua, Sabtu (16/5/2020). Ada 11 pos pantau yang memeriksa kelengkapan dokumen untuk bisa masuk ke Denpasar. Selain itu juga dilakukan rapid test Covid-19 secara acak.

Seperti yang terlihat di Pos Pantau 2 Jalan Ayani Utara, Denpasar. Di pos perbatasan antara Kota Denpasar dan Kabupaten Badung ini, ada 17 petugas gabungan yang siap sejak pukul 08.00 WITA memeriksa tiap pengendara yang lewat.

Tiap pengendara yang melewati pos tersebut akan diperiksa kelengkapan dokumen yang disyaratkan untuk bisa masuk ke Denpasar. Setelah itu dicek suhu tubuhnya dan wajib memakai masker.

Bagi pengendara yang tak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, dan tidak memakai masker diminta putar balik dan tak boleh masuk ke Kota Denpasar.

Sedangkan rapid test dilakukan secara acak terhadap pengendara yang hendak masuk ke Denpasar. Salah satu yang menjalani rapid test yakni warga negara asing (WNA) asal Selandia Baru, Dawling Timothy Blair.

Blair yang sehari-hari tinggal di Gianyar, hendak masuk ke Kota Denpasar untuk urusan pekerjaan. Hasil rapid test Blair nonreaktif Covid-19. Karena seluruh dokumen yang disyaratkan terepenuhi, dia diizinkan melanjutkan perjalanan.

Terkait penjagaan pos pantau selama PKM ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar mengerahkan puluhan petugas di 11 posko yang ada.

"Secara keseluruhan pemberlakukan PKM ada 11 lokasi yang menjadi titik pemantauan mobilitas warga," kata Sekretaris Satgas Dishub Denpasar, Dewa Ketut Adi Pradnyana.

Menurutnya, pada hari pertama pelaksanaan PKM belum ada sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar. Sanksi baru akan diberikan setelah sepekan penerapan PKM.

PKM di Denpasar mulai berlaku 15 Mei hingga 30 Mei 2020. Bila diperlukan PKM tahap berikutnya bisa diperpanjang hingga 14 Juni 2020.


Editor : Reza Yunanto