Isolasi Selesai, Warga 1 Banjar di Bali Ini Mulai Beraktivitas Normal

Reza Yunanto ยท Sabtu, 16 Mei 2020 - 07:42 WIB
Isolasi Selesai, Warga 1 Banjar di Bali Ini Mulai Beraktivitas Normal
Sekda Bali Dewa Made Indra mengumumkan berakhirnya isolasi di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Bangli, Jumat (15/5/2020) (Foto: Pemprov Bali)

BANGLI, iNews.id - Berakhir sudah masa karantina wilayah di Banjar Serokadan, Desa Abuan, Kabupaten Bangli, Bali yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Warga di banjar tersebut kini dibolehkan beraktivitas kembali seperti semula.

Selesainya masa isolasi itu disampaikan langsung Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra ketika mengunjungi Banjar Serokadan, Jumat (15/5/2020) sore.

"Mulai hari ini karantina wilayah desa Abuan dinyatakan dihentikan. Maka masyarakat bisa kembali ke aktivitas awal, ke situasi new normal, yakni situasi di mana masyarakat boleh melaksanakan kegiatan namun tetap mengindahkan kewaspadaan," katanya.

Dia mengigatkan, meskipun telah dibolehkan melakukan aktivitas normal seperti biasa, warga tetap diminta menjalani protokol kesehatan guna mencegah terjadinya lagi penyebaran virus di wilayah itu.

Menurutnya, masa karantina yang dinyatakan selesai bukan berarti wilayah itu terbebas dari virus corona. Upaya pencegahan terhadap penyebaran virus itu tetap harus dilakukan hingga Bali secara keseluruhan diumumkan bebas dari Covid-19.

“Masa isolasi memang sudah berakhir, tapi upaya pencegahan masih terus berjalan, hingga Bali benar-benar dinyatakan bebas penyebaran Covid-19," ujar pria yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Bali ini.

Menurutnya, satu indikator terpenting dalam memastikan tidak ada lagi kasus corona di Bali yakni tidak ditemukannya kasus pasien positif karena transmisi lokal. Jika masih ditemukan, artinya Bali belum bebas dari pandemi virus ini.

"Berarti masih ada masyarakat yang belum disiplin melaksanakan protokol pencegahan. Saat ini pun masih ada transmisi lokal, termasuk di Bangli. Itulah kenapa sebabnya saya minta tetap waspada,” ujarnya.

Didampingi Bupati Bangli I Made Gianyar, dia berpesan agar warga Banjar Serokadan mengambil hikmah dari masa karantina selama 14 hari yang telah dilalui.

Sebelumnya, Banjar Serokadan, Desa Abuan diisolasi mulai 30 April karena ditemukan kasus transmisi lokal yang mengkhawatirkan di wilayah itu.

Bermula dari 14 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Saat dilakukan rapid test massal di wilayah itu, sebanyak 400 orang dinyatakan reaktif Covid-19.


Editor : Reza Yunanto