Jual Beli Surat Sehat Bebas Covid-19, Polisi Tangkap 7 Tersangka di Bali

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 15 Mei 2020 - 14:20 WIB
Jual Beli Surat Sehat Bebas Covid-19, Polisi Tangkap 7 Tersangka di Bali
Ilustrasi Polri. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Polda Bali menangkap tujuh orang tersangka yang menjadi pelaku jual beli surat keterangan sehat bebas dari Covid-19. Tujuh pelaku ditangkap di wilayah Kabupaten Jembrana pada Kamis (14/5/2020).

"Pada hari Kamis tanggal 14 Mei 2020 telah diamankan pelaku membuat atau menggunakan surat keterangan kesehatan palsu," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi melalui keterangan resmi, Jumat (15/5/2020).

Syamsi mengatakan, penangkapan terhadap ketujuh tersangka tersebut dilakukan di beberapa tempat. Penangkapan pertama dilakukan sekitar pukul 00.30 WITA di wilayah Kabupaten Jembrana terhadap tiga tersangka yaitu Ferdinand Marianus, Putu Bagus Setya, dan Surya Wira Hadi.

Penangkapan itu bermula dari informasi transaksi penjualan surat keterangan sehat palsu di wilayah pasar Gilimanuk, Kabupaten Jembrana pada Rabu (13/5/2020) lalu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh satuan reserse kriminal (reskrim) Polsek Gilimanuk dan melakukan penyelidikan.

"Pelaku Ferdinand Marianus sedang membagikan surat keterangan sehat yang diduga palsu pada para penumpang mobil travel DK 8888 AAA," katanya.

Sehari kemudian polisi melakukan penangkapan terhadap Ferdinand yang sedang kembali membagikan surat keterangan sehat palsu itu. Dia pun mengakui bahwa memperoleh surat tersebut dari tersangka Putu Bagus Setia yang ternyata juga memperoleh surat tersebut dari rekanan lainnya, Surya Wira Hadi.

Ferdinand yang merupakan supir travel berperan mengisi identitas para penumpang dan menandatangani blangko surat keterangan palsu itu. Sementara dua rekan lain hanya melakukan pengeditan dan juga mencetak surat tersebut dalam jumlah yang banyak.

"Dijual seharga Rp25 ribu per surat kepada para penumpang mobil travel," ujarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang membeli surat itu, diketahui juga bahwa para pelaku juga menjual surat keterangan kesehatan tersebut kepada pengendara motor seharga Rp100 ribu.

Kemudian empat tersangka lain ditangkap di wilayah Pelabuhan Gilimanuk. Empat tersangka itu, yakni Widodo, Ivan Aditya, Roni Firmasyah, dan Putu Endra Ariawan diduga menyediakan surat kesehatan palsu untuk pengguna pelabuhan agar dapat menyebrang.

Penjualan surat itu menjadi viral di media sosial dan membuat aparat membuka penyelidikan pada 12 Mei 2020 dengan memintai keterangan saksi di lokasi.

"Selanjutnya para pelaku diamankan dirumahnya masing-masing," ujarnya.

Ivan dan Roni diketahui telah menjual lima lembar surat keterangan kesehatan seharga Rp100 ribu per lembar. Mereka mengakui mendapat surat itu dari pelaku lain, yakni Widodo yang menjualnya dengan harga Rp25 ribu per lembar.

Merujuk keterangan dari kepolisian, tersangka mendapatkan surat tersebut dengan memungut surat kesehatan di depan minimarket di wilayah Gilimanuk. Kemudian mereka menduplikasi surat-surat tersebut menjadi beberapa lembar untuk kemudian dijual kembali.

"Pelaku memanfaatkan SE Nomor 04 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dengan cara membuat surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya kepada para pengguna pelabuhan Gilimanuk," ujarnya.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat melanggar Pasal 263 KUHP atau Pasal 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman 6 (enam) tahun penjara.

"Kepada masyarakat untuk lebih teliti dan cek kebenaran akan validasi sebuah informasi kepada lembaga/instansi yang sah/terpercaya agar tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.


Editor : Reza Yunanto