Tes Swab Dikebut, Buleleng Ingin Transmisi Lokal Corona di Desa Bondalem Segera Tuntas

Antara ยท Kamis, 14 Mei 2020 - 07:40 WIB
Tes Swab Dikebut, Buleleng Ingin Transmisi Lokal Corona di Desa Bondalem Segera Tuntas
Sekda Buleleng Gede Suyasa (Antara)

BULELENG, iNews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali akan mempercepat tes swab di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula yang saat ini dikarantina. Hal itu dilakukan agar kasus transmisi lokal virus corona (Covid-19) di desa tersebut segera teratasi.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, tes swab massal sudah dilakukan terhadap 200 warga Desa Bondalem pada Rabu (13/5/2020) kemarin.

Tes serupa akan kembali digelar hari ini, Kamis (14/5/2020) kepada 50 warga dan yang pernah kontak dengan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di wilayah itu.

"Yang jelas Kamis itu ada 50 orang akan dites swab di Bondalem, dan 19 orang yang kontak dengan PDP-52," kata Suyasa dalam konferensi pers melalui video conference, Rabu (13/5/2020).

Menurut Suyasa, jumlah yang akan dites swab itu bisa saja bertambah saat pelaksanan di lapangan. Pelaksanaan tes swab yang dilakukan di Desa Bondalem berdasarkan teori epidemologi yang melibatkan tim ahli dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

Dia mengakui, pelaksanaan tes swab di Desa Bondalem tidak mulus begitu saja. Ada beberapa orang di Desa Bondalem yang memang khawatir menjalankan tes swab.

Hal itu dinilai wajar karena ribuan warga desa itu menanggung beban psikis takut terjangkit corona yang menyebar cepat di desa itu.

Kendati demikian, tim Gugus Tugas Covid-19 dan Satgas Gotong Royong Desa Adat telah melakukan pendekatan agar mereka mau mengikuti tes swab.

Dikatakan Suyasa, percepatan tes swab ini dilakukan karena Pemkab Buleleng ingin kasus transmisi lokal di Desa Bondalem segera berakhir.

"Kalau hasil tes swab massal tidak ada positif, kita bisa segera deklarasikan kalau kasus Covid-19 di sana sudah tuntas,” ujar pria yang juga Sekretaris Daerah Buleleng ini.

Suyasa mengatakan, saat ini Pemkab Buleleng telah menyiapkan 200 alat test swab. Jumlah tersebut merupakan hasil dari analisis ilmiah. Dinkes Buleleng juga terus melakukan tracing kepada warga yang sempat melakukan kontak dengan PDP terkonfirmasi positif.

"Kalau tidak ada kasus baru, tanggal 17 Mei akan kami stop karantina desanya. Namun kalau masih ada kasus, mungkin kami perpanjang," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto