Angkut Pemudik dengan Surat Sehat Palsu, 3 Pengemudi Travel di Bali Ditangkap Polisi

Antara ยท Jumat, 22 Mei 2020 - 17:25 WIB
Angkut Pemudik dengan Surat Sehat Palsu, 3 Pengemudi Travel di Bali Ditangkap Polisi
Polres Badung menangkap 3 tersangka pemalsuan surat sehat. (Foto: Humas Polres Badung)

BADUNG, iNews.id - Polres Badung menangkap tiga tersangka pembuat surat keterangan sehat palsu. Ketiga tersangka bekerja sebagai supir travel yang mengangkut pemudik yang hendak meninggalkan Bali.

Ketiga tersangka yang ditangkap yaitu AS (35), IKMD (30) dan STM (34). Ketiganya ditangkap saat sedang membawa penumpang di wilayah Mengwi, Kabupaten Badung, Rabu (20/5/2020).

Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Oka Bawa mengatakan, penangkapan ketiga tersangka itu merupakan pengungkapan dua kasus yang berbeda. Kasus pertama menjerat AS, sedangkan kasus kedua dengan tersangka IKMD dan STM.

"Kedua kasus ini berkaitan dengan kasus pemalsuan surat atau dokumen atau membuat surat palsu, pada 20 Mei 2020 di wilayah Mengwi, Badung," katanya dalam keterangan kepada pers di Mapolres Badung, Jumat (22/5/2020)

Dia menjelaskan, tersangka AS ditangkap pada hari Kamis (21/5/2020) pukul 00.30 WITA di Jalan Raya Mengwitani, dekat Pospam Ketupat Covid-19 Polres Badung saat dilakukan penyekatan arus mudik.

Saat itu, tersangka dengan kendaraan travel membawa penumpang sebanyak 19 orang. Namun setelah dilakukan pengecekan, surat keterangan kesehatan dan surat jalan yang ditunjukkan tersangka itu tidak sesuai dengan jumlah serta nama dari penumpangnya.

Berdasarkan interogasi lanjutan, diketahui surat keterangan sehat yang dibawa tersangka merupakan surat palsu.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan saksi penumpang bahwa para penumpang tidak pernah membuat atau mencari surat keterangan sehat di puskesmas dan tidak bekerja di perusahaan sebagaimana surat keterangan yang ditunjukkan oleh pihak travel.

Dia mengatakan, kendaraan yang digunakan pelaku disewa selama dua hari dari 19-21 Mei 2020, dengan harga per hari sebesar Rp500.000.

"Tersangka mengakui telah membuat surat keterangan kesehatan dan surat jalan tersebut dibuat oleh pelaku sekitar tanggal 8 Mei 2020 mencari contoh di internet, dan membuat stempel puskesmas serta stempel perusahaan agar lebih meyakinkan keaslian dari surat yang dibuat oleh pelaku tersebut," ujarnya.

Dia menambahkan, tersangka mendapatkan keuntungan dari meloloskan penumpang dengan menggunakan surat palsu tersebut sebesar Rp80.000 per kepala.

Sedangkan tersangka IK MD dan STM tertangkap saat melewati Operasi Ketupat Covid-19 yang sama ketika membawa 21 orang penumpang.

Ketika ditanya mengenai surat-surat jalan, tersangka STM memberikannya. Namun setelah dilakukan pengecekan ditemukan bahwa surat-surat tersebut diduga dipalsukan oleh tersangka.

"Dari keterangan tersangka, mengakui telah membuat surat keterangan kesehatan dan surat keterangan perusahaan di Jawa, setelah para penumpang mendapatkan dirinya untuk pulang kampung pada travel milik tersangka. Kemudian surat itu dibuat setelah melihat contohnya dari google," katanya.

Keuntungan yang diperoleh setelah meloloskan penumpang dengan menggunakan surat palsu tersebut sebesar Rp300.000 hingga Rp500.000 per kepala.


Editor : Reza Yunanto