Terungkap, Ini Penyebab Transmisi Lokal Corona di Bali Terus Meningkat

Antara ยท Kamis, 21 Mei 2020 - 08:43 WIB
Terungkap, Ini Penyebab Transmisi Lokal Corona di Bali Terus Meningkat
Kepala Dinas Kesehatan Bali Ketut Suarjaya. (Foto: iNews.id/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id - Penularan virus corona (Covid-19) karena transmisi lokal di Provinsi Bali terus meningkat. Salah satu penyebab, karena banyak pasien yang tidak jujur menyampaikan riwayat perjalanan.

"Memang masih didominasi imported case, tapi kasus transmisi lokal juga terus meningkat karena pasien tidak jujur," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya di Denpasar, Rabu (20/5/2020).

Suarjaya mencontohkan kasus di Desa Bondalem, Kabupaten Buleleng yang sempat dikarantina. Bermula dari pasien positif Covid-19 yang tidak jujur, kemudian berakibat pada kasus transmisi lokal hingga lebih dari 20 orang terjadi di wilayah itu.

"Pasien pertama yang menginfeksi di Bondalem, awalnya dia tidak jujur bahwa sebelumnya pernah pergi ke Surabaya. Ketika sakit dan diperiksa, pasien itu juga ngotot mengatakan tidak pernah pergi ke luar daerah," ujarnya.

Suarjaya melanjutkan, karena ketidakjujuran itu, pasien tersebut kemudian menginfeksi orang yang ada di rumahnya. Berawal dari pembantunya dan anggota keluarga yang lainnya, kemudian berlanjut hingga pedagang warung di sebelah rumah dan meluas sampai ke pedagang pasar.

"Ketika sudah pedagang di pasar yang kena, bisa dibayangkan jumlah orang yang terinfeksi bisa bertambah dengan sangat cepat," ucapnya.

Setelah ditemukan penyebabnya dan menginfeksi lebih dari 20 orang, Desa Bondalem akhirnya diputuskan untuk dikarantina. Dia mencatat, Gubernur Wayan Koster sampai menaruh perhatian khusus terhadap kasus transmisi lokal yang terjadi di Desa Bondalem ini.

Menurutnya, apa yang terjadi di Desa Bondalem bisa menjadi pelajaran agar tak terulang di wilayah lainnya.

Suarjaya juga mencatat peningkatan kasus transmisi lokal di Bali karena ada sebagian masyarakat yang memiliki sifat meboya. Meboya diartikan sebagai sikap tidak percaya dengan anjuran pemerintah untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Banyak juga yang meboya sehingga ramai-ramai minum arak dan menyebabkan tingginya kasus transmisi lokal. Seperti yang terjadi dari akhir April, kasus transmisi lokal terus meningkat," katanya.

Suarjaya menuturkan, kasus transmisi lokal di Bali saat ini paling banyak ditemukan di Kabupaten Bangli. Wilayah berikutnya yang juga tinggi kasus transmisi lokal yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Karangasem.

"Yang jelas di sembilan kabupaten kota di Bali semuanya sudah ada kasus positif Covid-19," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto