Transmisi Lokal, Gugus Tugas Gianyar Lacak 2 Klaster Baru Covid-19

Antara ยท Senin, 22 Juni 2020 - 11:46 WIB
Transmisi Lokal, Gugus Tugas Gianyar Lacak 2 Klaster Baru Covid-19
Rapid test ratusan pedagang pasar di Gianyar Bali, Kamis (11/6/2020). (Foto: iNews.id/Nyoman Astana)

GIANYAR, iNews.id - Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gianyar, Bali mendeteksi dua klaster baru penyebaran virus corona melalui transmisi lokal. Sejumlah orang yang berkaitan dengan klaster tersebut telah menjalani tes untuk mencegah penularan meluas.

"Kami sudah blok semua, lalu di-rapid test dan uji usap (swab)," ujar Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Denpasar, Minggu (21/6/2020).

Mahayastra menuturkan, peningkatan kasus positif di Gianyar di antaranya karena ada klaster baru yakni klaster Pasar Galiran di Kabupaten Klungkung, dan klaster pendidikan kepolisian di Sukabumi, Jawa Barat.

Dia menambahkan, jumlah kasus positif di Gianyar memang bukan yang terbanyak di Bali. Kendati demikian, peningkatan yang terjadi saat ini merupakan kasus transmisi lokal yang mesti diwaspadai.

"Jika dilihat dari jumlah kasusnya, kami sekitar setengah dari kasus di Kabupaten Badung dan Buleleng dan jauh dari jumlah kasus di Denpasar. Tetapi belakangan ini cukup tinggi peningkatan kasus transmisi lokalnya," ujarnya.

Mahayastra mengatakan, Gugus Tugas saat ini fokus mengintensifkan pelacakan terhadap orang-orang dari dua klaster tersebut agar transmisi lokal tidak terus meluas.

"Jangan sampai mereka bergaul dan ke mana-mana. Apalagi orang yang tanpa gejala (OTG) juga ikut membuat transmisi lokal meningkat," ujarnya.

Selain dua klaster tersebut, sejumlah pasar tradisional di Gianyar juga dalam pengawasan. Mahayastra menuturkan, Pemkab Gianyar tidak akan menutup pasar. Namun, penerapan protokol kesehatan di pasar akan diperketat untuk mencegah munculnya klaster baru di pasar seperti di wilayah lain di Bali.

"Sebelumnya ada satu kasus transmisi lokal di pasar yakni di Samplangan, namun itu sudah diisolasi. Bagi yang pernah kontak juga sudah di-rapid test dan diuji usap," ucapnya.


Editor : Reza Yunanto