Stres Kena PHK, Warga Jatim Berbaring di Jalan Mencoba Bunuh Diri di Bali

Made Argawa ยท Rabu, 12 Agustus 2020 - 11:20 WITA
Stres Kena PHK, Warga Jatim Berbaring di Jalan Mencoba Bunuh Diri di Bali
Seorang warga Jombang, Jawa Timur mencoba bunuh diri dengan berbaring di tengah Jalan By Pass Soekarno, Tabanan, Bali, Selasa (11/8/2020). (iNews.id/Made Argawa)

TABANAN, iNews.id - Seorang warga Jombang, Jawa Timur mencoba bunuh diri dengan berbaring di tengah jalan. Pelaku bernama Muhamad Wahyudi (31) itu diduga stres usai terkena PHK.

Peristiwa itu terjadi di Jalan By Pass Soekarno, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (11/8/2020).

Pelaku awalnya ingin Bali menuju ke Jombang karena sudah tidak lagi memiliki pekerjaan di Denpasar. Selama perjalanan di dalam bus, pelaku kerap berteriak hingga diturunkan di dekat lokasi kejadian.

Setelah diturunkan, pelaku sempat menitipkan tas di Pos Polisi Patung Adipura Tabanan dan menuju ke sebuah warung nasi. Setelah itu pelaku mendatangi minimarket untuk membeli cairan pembersih toilet.

"Jadi dia di minimarket kayak orang linglung. Terus beli harpic (cairan pembersih toilet)," kata salah seorang saksi di lokasi, Selasa (11/8/2020).

Pelaku kemudian kembali lagi ke Pos Polisi dan sempat ingin minum cairan pembersih toilet itu di hadapan polisi. Namun aksi nekatnya itu digagalkan petugas yang berada di pos.

Merasa dihalangi, pelaku lalu berlari ke jalan dan berbaring dengan posisi terlentang seolah ingin bunuh diri.

Melihat kejadian itu, polisi dan sejumlah warga berusaha meminggirkan pelaku dari tengah jalan. Pelaku sempat menolak ketika akan dibawa dengan ambulans. Namun tidak berselang lama kerabat pelaku datang dari Denpasar dan mengajak pelaku meninggalkan lokasi.

Perisitiwa ini sempat membuat jalur nasional Denpasar - Gilimanuk itu tersendat. Sejumlah warga menyaksikan proses evakuasi pelaku.

Dari informasi yang diperoleh, pelaku tersebut memang mengalami stres akibat terkena PHK di tempatnya bekerja yakni usaha fotocopy di Denpasar. Pelaku stres lantaran baru bekerja dua bulan sebagai karyawan.


Editor : Reza Yunanto