Pekerja Migran Asal Bali Tertahan di Qatar usai Kontrak Habis, Pemulangan Difasilitasi KBRI

Antara ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 11:22:00 WITA
Pekerja Migran Asal Bali Tertahan di Qatar usai Kontrak Habis, Pemulangan Difasilitasi KBRI
KBRI Doha membantu pemulangan NWA, pekerja migran asal Bali yang kontraknya telah habis dan tertahan di Qatar. (Foto: KBRI Doha)

JAKARTA, iNews.id - Seorang pekerja migran asal Bali tertahan di Qatar. Pekerja migran perempuan berinisial NWA itu sudah habis kontraknya, namun tak kunjung dipulangkan oleh perusahaan yang memberangkatkan.

"Disebutkan bahwa kontrak kerja NWA berakhir pada 12 Mei 2020, tetapi hingga Agustus 2020 perusahaan tidak kunjung memulangkannya. Padahal sesuai kontrak, perusahaan wajib menanggung biaya pemulangan pekerja migran yang habis masa kerjanya," dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha kepada media, Selasa (11/8/2020).

KBRI Doha menerima pengaduan dari NWA pada Juli 2020. Sejak menerima pengaduan itu, KBRI Doha telah mengambil berbagai langkah antara lain menghubungi pihak perusahaan guna melakukan klarifikasi dan memastikan hak-hak NWA tetap dipenuhi.

Dari keterangan pihak perusahaan, diperoleh informasi bahwa pemulangan NWA terkendala karena melonjaknya harga tiket pada masa pandemi Covid-19.

KBRI mencatat keluhan perusahaan tersebut, namun tetap meminta perusahaan memenuhi hak-hak NWA untuk pulang ke Indonesia sesuai kontrak. Terlebih lagi saat ini penerbangan Qatar-Indonesia sudah mulai dibuka.

"Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, pihak perusahaan akhirnya menyepakati pemulangan NWA ke Indonesia pada 10 Agustus 2020. Perusahaan pun bersedia menanggung biaya tiket kepulangan NWA," ujar KBRI Doha.

Demikian juga terkait dengan gaji, KBRI telah memastikan tidak ada gaji NWA yang ditahan oleh perusahaan. Selama masa menunggu penerbangan, KBRI terus memantau NWA tetap berada pada tempat yang aman dan higienis guna menghindari risiko tertular Covid-19.

KBRI Doha mencatat, masa pandemi Covid-19 bukan merupakan situasi yang mudah bagi para pekerja di Qatar termasuk bagi pekerja migran Indonesia.

Kesulitan keuangan yang dihadapi oleh perusahaan atau majikan karena roda perekonomian yang melambat dan banyak usaha yang tidak berjalan seringkali berdampak langsung pada nasib para pekerja.


Editor : Reza Yunanto