Positif Covid-19, Tenaga Medis di Buleleng Sempat Diduga DBD

dewi umaryati ยท Selasa, 09 Juni 2020 - 12:49:00 WITA
Positif Covid-19, Tenaga Medis di Buleleng Sempat Diduga DBD
Sekda Buleleng Gede Suyasa (Antara)

BULELENG, iNews.id - Seorang tenaga medis di Kabupaten Buleleng, Bali positif terjangkit virus corona (Covid-19). Sebelumnya tenaga medis itu sempat dirawat karena gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, tenaga medis itu bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Buleleng. Pasien positif dengan kode PDP 91 itu awalnya dirawat karena gejala DBD.

Saat menjalani rapid test pertama kali, pasien tersebut mendapat hasil nonreaktif. Namun pada rapid test kedua hasilnya reaktif sehingga berlanjut dengan pengambilan sampel swab.

Hasil swab pasien tersebut negatif. Namun pada tes swab kedua, pasien tersebut dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

"Pasien langsung diisolasi di Rumah Sakit Pratama Giri Emas," kata Suyasa dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Selasa (9/6/2020).

Suyasa mengatakan, dari hasil penelusuran tim Gugus Tugas, PDP 91 ini ternyata pernah kontak langsung dengan PDP 80 yang merupakan sopir pengangkut barang Jawa-Bali yang berasal dari Kecamatan Seririt.

"PDP 91 ini terpapar virus karena sempat memberikan pelayanan kesehatan dengan PDP 80," ujarnya.

Suyasa menambahkan, dari hasil tracing sementara, ada tujuh orang yang sempat kontak langsung dengan PDP 91 ini. Ketujuh orang itu akan menjalani rapid test dan berlanjut dengan tes swab jika mendapat hasil reaktif.

"Dalam waktu dekat, mereka akan rapid test untuk mencegah penularan virus kian meluas," ujarnya.

Pria yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Buleleng ini mengatakan, dengan penambahan kasus ini, total ada 14 pasien terjangkit Covid-19 di Kabupaten Buleleng yang masih menjalani perawatan.

Sedangkan pasien sembuh mencapai 63 orang. Merujuk data yang dilansir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, jumlah kasus positif di Kabupaten Buleleng mencapai 101 orang.


Editor : Reza Yunanto