Gubernur Wayan Koster Minta Bupati-Wali Kota Batasi Operasional Pasar dan Toko

Antara ยท Senin, 08 Juni 2020 - 18:37:00 WITA
Gubernur Wayan Koster Minta Bupati-Wali Kota Batasi Operasional Pasar dan Toko
Gubernur Wayan Koster (Antara)

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Bali Wayan Koster meminta bupati/wali kota di Bali membatasi jam operasional pasar, toko, dan tempat makan. Koster meminta hal itu dilakukan untuk menekan peningkatan kasus transmisi lokal virus corona (covid-19) di beberapa wilayah.

"Kami minta bupati, wali kota untuk tanggap dan cepat melakukan upaya pengendalian penularan COVID-19," kata Koster saat menyampaikan keterangan pers di Rumah Jabatan Jayabasha di Denpasar, Senin (8/6/2020).

Permintaan kepada bupati/wali kota tersebut tertuang dalam imbauan Gubernur Bali bernomor 215/Guguscovid19/VI/2020. Koster mengatakan, imbauan itu terkait dengan data penyebaran Covid-19 khususnya transmisi lokal di wilayah kabupaten/kota se-Bali yang semakin meningkat.

Peningkatan kasus transmisi lokal dalam beberapa waktu terakhir diantaranya terjadi di Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar dan Kabupaten Klungkung.

"Kami imbau bupati, wali kota selalu berkoordinasi secara intensif dengan Gugus Tugas Provinsi dalam menangani masalah COVID-19," ujarnya.

Koster yang didampingi Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra menuturkan, agar Satgas Gotong-Royong di desa adat dan desa/kelurahan kembali meningkatkan pengawasan terhadap warga dalam melaksanakan protokol kesehatan.

"Selain itu agar ditingkatkan pengawasan terhadap pergerakan warga masyarakat keluar masuk di wilayahnya dan bertindak dengan cepat dalam melakukan pencegahan munculnya kasus Covid-19," ucapnya.
Sebelumnya, Koster menilai warga mulai tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kondisi itu membuat penyebaran virus corona (Covid-19) di Bali terus meningkat.

"Saya memantau kerumunan di mana-mana mulai muncul, tidak disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak," ujarnya.

Menurut Koster, penurunan disiplin itu membuat potensi penularan Covid-19 karena transmisi lokal di Bali terus meningkat. Terutama melalui Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sebenarnya sudah terjangkit virus corona.

Editor : Reza Yunanto