Transmisi Lokal Meningkat, Gubernur Koster Batasi Kegiatan Maksimal 25 Orang

Antara ยท Senin, 08 Juni 2020 - 15:50 WIB
Transmisi Lokal Meningkat, Gubernur Koster Batasi Kegiatan Maksimal 25 Orang
Gubernur Bali Wayan Koster (Humas Pemprov Bali)

DENPASAR, iNews.id- Gubernur Wayan Koster melarang warga Bali melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian. Larangan itu dibuat terkait meningkatnya kasus transmisi lokal di Pulau Dewata.

"Kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 orang," kata Koster dalam keterangan kepada pers di Rumah Jabatan Jayasabha, Denpasar, Senin (8/6/2020).

Tak hanya melarang kegiatan adat dan keagamaan yang menimbulkan keramaian, Koster juga melarang operasional dan aktivitas objek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

Koster meminta kepada bupati dan wali kota agar lebih tanggap dan cepat melakukan langkah pengendalian penyebaran Covid-19.

"Tetap membatasi waktu beroperasinya pasar, warung, toko, pusat perbelanjaan dan restoran," ujarnya.

Selanjutnya, Koster juga mengeluarkan imbauan agar peserta didik tetap belajar di rumah.
Masyarakat juga harus membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah Covid-19.

Warga Bali juga diminta mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, masyarakat diminta tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan COVID-19.

Sebelumnya, Koster menilai warga mulai tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Kondisi itu membuat penyebaran virus corona (Covid-19) di Bali terus meningkat.

"Saya memantau kerumunan di mana-mana mulai muncul, tidak disiplin menggunakan masker dan menjaga jarak," ujarnya.

Menurut Koster, penurunan disiplin itu membuat potensi penularan Covid-19 karena transmisi lokal di Bali terus meningkat. Terutama melalui Orang Tanpa Gejala (OTG) yang sebenarnya sudah terjangkit virus corona.


Editor : Reza Yunanto