Selain dari China, Kunjungan Wisman ke Bali Normal

Antara ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 10:57 WIB
Selain dari China, Kunjungan Wisman ke Bali Normal
Wisatawan asing di Bali Zoo (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa memastikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata, masih normal. Penurunan wisman hanya terjadi pada turis China.

"Kalau wisatawan yang lain (di luar China), saya perhatikan di sini masih berjalan seperti biasa," kata Astawa, di Denpasar, Sabtu (15/2/2020).

Dia menuturkan, untuk hotel di kawasan Sanur, Kota Denpasar, tingkat okupansinya rata-rata di atas 70 persen. Angka itu normal terjadi dalam bulan Februari yang termasuk dalam "low season". Bahkan, ada sejumlah hotel di Sanur yang okupansinya mencapai 95 persen.

Astawa menegaskan, isu yang menyebutkan Bali ibarat "Kota Hantu" karena kehilangan kunjungan turis China, sama sekali tidak benar. Mantan Kepala Bappeda Provinsi Bali itu memprediksi, Bali berpotensi kehilangan wisman hingga 18 persen lebih, jika wabah virus korona (Covid-19) yang melanda China terus berkepanjangan.

Berdasarkan data kunjungan wisman ke Bali sepanjang 2019 berjumlah 6.275.210 jiwa. Wisatawan China berada pada posisi kedua tingkat kunjungan tertinggi ke Pulau Dewata yakni mencapai 1.186.057 jiwa (18,90 persen).

"Sehingga dalam satu tahun kita berpotensi kehilangan 18 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara," ujar Astawa.

Astawa menambahkan, dengan penurunan kunjungan wisatawan China ke Pulau Dewata dalam waktu hampir sebulan, Bali telah kehilangan pendapatan dari pariwisata kisaran Rp10 miliar.

Berdasarkan data, ada sekitar 20.000-an wisatawan China yang membatalkan kunjungannya ke Pulau Dewata. Sedangkan rata-rata pengeluaran atau "spending money" per lima hari sekitar 300-500 dolar AS (antara Rp5-7 juta).

"Anggaplah Rp5 juta kali Rp20.000, jadi satu bulan ini kehilangan sekitar Rp10 miliar untuk wisatawan China," katanya.


Editor : Nani Suherni