BNN Tangkap 2 Perempuan Banyuwangi Kurir Narkoba Jaringan Lapas Kerobokan

Bona Jaya ยท Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:04 WITA
BNN Tangkap 2 Perempuan Banyuwangi Kurir Narkoba Jaringan Lapas Kerobokan
BNN Bali tangkap 2 perempuan kurir narkoba jaringan napi Lapas Kerobokan. (Foto: iNews.id/Bona Jaya)

DENPASAR, iNews.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali menangkap dua perempuan inisial PSL dan ISR yang berperan sebagai kurir narkoba jaringan napi Lapas Kerobokan. Keduanya ditangkap saat mengantar 1,8 kilogram sabu, dan 788 butir ekstasi, dan 3,6 gram kokain.

"Mereka kita tangkap pada 10 Februari 2020 pada tempat dan waktu yang sama. Dari hasil interogasi terhadap para pelaku bahwa mereka ini berperan sebagai kurir dan pemecah narkotika itu untuk kemudian menyuplai ke beberapa pemesan di wilayah Denpasar," kata Kepala BNN Bali, Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, di Kantor BNNP Bali, Jumat (14/2/2020).

Dia menjelaskan, kedua pelaku yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur ini, selain sebagai kurir juga pengguna aktif sabu. Salah satu pelaku mengenal seseorang bernama Heri yang saat ini sedang ditahan di Lapas Kerobokan karena kasus narkotika.

"Jadi sebenarnya mereka ini termasuk dalam jaringan seorang tahanan lapas bernama Heri. Sejak Heri ditahan di lapas, kedua pelaku dikendalikan langsung oleh Aji tanpa pernah bertemu," kata Suastawa.

Dia menjelaskan, kedua pelaku dan Heri berasal dari daerah yang sama, yaitu Banyuwangi. Keduanya berikutnya diperintah Aji melalui telepon seluler untuk mendapatkan barang sesuai pesanan untuk diedarkan di sekitar wilayah Denpasar.

Suastawa menjelaskan, kedua pelaku sudah bekerja menjadi kurir narkotika selama empat bulan di Bali.

"Barangnya diduga berasal dari Pulau Jawa dan bukan untuk warga asing melainkan warga lokal sebagai pemesannya," kata Suastawa.

Keduanya ditangkap di dua tempat berbeda yaitu di Jalan Polonia, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung dan Jalan Tukad Musi, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar.

"Petugas membuntuti keduanya, di TKP pertama salah satu pelaku membawa dus yang disimpan pada bagian depan jok motor untuk digeledah isinya," kata Suastawa.

Setelah dilakukan penggeledahan isi dari kardus tersebut, awalnya hanya ditemukan produk makanan ringan. Namun ketika bagian sisi kardus dibongkar, petugas menemukan narkotika jenis sabu yang sudah dilem pada lima bagian sisi kardus.

Pada TKP kedua, ditemukan barang bukti berupa sabu seberat 1,8 kilogram, ineks warna hijau dan pink sebanyak 788 butir dan kokain seberat 3,6 gram netto.

Menurutnya, pelaku menggunakan modus paket dalam dus ini untuk mengelabui petugas. Keduanya mengaku telah melakukan pengiriman sebanyak 4-5 kali melalui penerbangan domestik.

"Sudah 4 hingga 5 kali mereka melakukan pengiriman, dan mereka bawa sendiri melalui penerbangan domestik. Ini pengiriman paling banyak, sedangkan pengiriman sebelumnya sudah disebarkan oleh para pelaku ini," katanya.

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.


Editor : Reza Yunanto