Segel Rumah Warga di Denpasar, Anggota Kodam IX/Udayana Terancam 8 Tahun Penjara 

Dewi Umaryati · Kamis, 02 September 2021 - 20:57:00 WITA
Segel Rumah Warga di Denpasar, Anggota Kodam IX/Udayana Terancam 8 Tahun Penjara 
Saksi Hendra saat sidang kasus sengketa tanah berujung penyegelan rumah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar, di Pengadilan Militer III-14 Denpasar, Kamis (2/9/2021). (Foto: iNews/Dewi Umaryati)

DENPASAR, iNews.id - Kasus sengketa tanah berujung penyegelan rumah di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar, menyeret oknum anggota TNI aktif Kodam IX/Udayana Peltu Muhaji duduk di kursi pesakitan. Muhaji didakwa oditur militer dengan pasal 333 ayat (1) atau pasal 335 ayat (1) KUHP yang ancaman hukumannya maksimal penjara 8 tahun atau 1 tahun penjara. 

Persidangan di Pengadilan Militer III-14 Denpasar dipimpin majelis hakim yang diketuai Letkol Chk (k) Silveria Supanti dengan dua hakim anggota masing-masing Mayor Chk Agustono dan Mayor Chk Raegen ini, mengagendakan pemeriksaan saksi. 

Lima saksi yg diperiksa yakni Hendra, Hadi (ayah Hendra) dan Alvian Marko (anak Hendra). Kemudian, I Ketut Gede Pujiama sebagai pemilik tanah dan Jayadi, tetangga Hendra yang ikut menjadi saksi serta menandatangani oper kontrak tanah dan rumah dari Gono yang diklaim milik Muhaji sesuai sertifikat tanah. 

Seluruh saksi dicecar majelis hakim, oditur militer dan kuasa hukum terdakwa terkait pemilik tanah, oper kontrak sampai insiden penyegelan yang terjadi rumah yang ditempati Hendra bersama keluarganya. 

"Apa harapan saksi setelah kejadian ini," kata hakim anggota Mayor Chk Raegen, Kamis (2/9/2021).

Hendra berharap agar selama dia menempati rumahnya dapat hidup tenang dengan keluarganya. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: