Petugas PPDP Tolak Rapid Test, Bawaslu Bali: Jangan Sampai Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Antara ยท Jumat, 24 Juli 2020 - 16:38 WIB
Petugas PPDP Tolak Rapid Test, Bawaslu Bali: Jangan Sampai Jadi Klaster Penyebaran Covid-19
KPUD Bali menggelar rapid test kepada ratusan penyelenggara Pilkada. (Foto: iNews.id/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali mengingatkan agar petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) tidak menolak rapid test. Sebab penolakan tersebut justru berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

"Kalau tidak dicek, bisa saja PPDP yang melakukan tugas sudah dalam kondisi terpapar Covid-19. Padahal kita sudah berkomitmen supaya tidak ada klaster baru penyebaran di tingkat penyelenggara," kata anggota Bawaslu Bali, Ketut Rudia di Denpasar, Jumat (24/7/2020).

Dia mengingatkan, selain rapid test, sebelum melakukan tugas pencocokan dan penelitian (coklit) di masyarakat, petugas PPDP harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh.
Ketentuan itu diatur dalam Peraturan KPU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19, khususnya pada Pasal 5, Ayat 2, huruf F.Berdasarkan cek suhu tubuh itulah mereka boleh melakukan tugas atau tidak

"Kalau suhu tubuhnya 37,3 derajat celcius atau lebih, tidak boleh melakukan pemuktahiran data pemilih," tuturnya.

Sebelumnya sebanyak 10 petugas PPDP di Legian, Kabupaten Badung menolak menjalani rapid test dengan alasan mengalami tekanan psikologis.

Sepuluh orang petugas yang belum bersedia menjalani rapid test itu berada di Legian. Mereka untuk sementara tidak dibolehkan menjalankan tugasnya sebelum mengikuti rapid test.

Agar tidak mengganggu prosek tahapan pemilihan, KPU Badung mengganti sepuluh orang tersebut dengan Petugas Pemungutan Suara (PPS) dari wilayah setempat.

"Karena ini komitmen kami setiap petugas yang menjalankan tugasnya harus menikuti rapid test untuk memberikan rasa aman saat turun ke masyarakat," ujar kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung, I Wayan Semara Cipta.


Editor : Reza Yunanto