Pesan 2 Tiket Kapal Laut, Buronan Asral Sempat Kecoh Petugas saat Akan Ditangkap Kejaksaan

dewi umaryati ยท Senin, 11 Januari 2021 - 15:30:00 WITA
Pesan 2 Tiket Kapal Laut, Buronan Asral Sempat Kecoh Petugas saat Akan Ditangkap Kejaksaan
Petugas Tim Tangkap Buron (Tabur) membawa buronan Asral yang tersangkut kasus pemalsuan surat jual beli vila di Bali ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam sebelum dibawa ke Bali. (Foto : Kejati Bali)

DENPASAR, iNews.id – Pelarian terpidana kasus pemalsuan surat jual beli vila di Bali bernama Asral berakhir. Petugas dari tim tangkap buron (tabur) menangkap terpidana 4 tahun 6 bulan ini di Perumahan Citra Indah, Kota Batam, Kepulauan Riau dibantu petugas dari satuan reserse dan kriminal Polresta Barelang, Minggu (10/1/2021).

Saat menangkap buronan Tri Endang Astuti di Perum Tropicana Residence Blok C-2 10-11, Kota Batam, Kepulauan Riau pada Jumat (8/1/2021), petugas meyakini ada Asral yang juga suami Endang di rumah itu.

“Seharusnya Asral diringkus saat petugas menangkap istrinya Tri Endang Astuti di rumahnya. Namun yang bersangkutan berhasil mengecoh petugas,” kata Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto, Senin (11/1/2021).

Asral berhasil lolos dari pantauan petugas kejaksaan dengan memesan dua tiket kapal laut jurusan Tanjung Balai Karimun. 

Setelah petugas mengejar ke Tanjung Balai Karimun dan mengecek daftar manifest kapal, tercantum nama Asral namun tidak menemukan buronan itu didalamnya. 

“Petugas justru menemukan dua adik Asral ada di kapal itu,” kata Luga. 

Menurut Luga, Asral diduga memiliki peran yang cukup penting dalam kasus pemalsuan surat jual beli vila di Bali ini, dengan kerugian mencapai Rp38 miliar.

“Peran terpidana Asral dalam kasus ini cukup besar dan penting. Informasi detailnya akan saya sampaikan saat yang bersangkutan tiba di Bali dan dieksekusi ke Rutan Gianyar,” katanya.

Sore ini rencananya pesawat yang membawa terpidana Asral bersama petugas dari Kejati Bali dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar tiba di Bali. 

“Proses eksekusi telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan yang bersangkutan akan dijebloskan ke Rutan Gianyar,” katanya. 

Luga mengimbau untuk 3 DPO, yakni Hartono (notaris), Suryady (mantan karyawan korban Hartati saat masih di Singapura), dan Hendro Nugroho Prawiro Hartono, untuk segera menyerahkan diri. 

“Kami akan terus memburu mereka, dan tidak akan ada tempat yang nyaman untuk seorang DPO. Jadi kami imbau untuk segera menyerahkan diri ke Kejari Gianyar, Kejati Bali atau kantor kejaksaan terdekat dimanapun berada,” kata Luga. 

Editor : Dewi Umaryati