Miris, Tempat Karantina Tenaga Medis di Bali Jadi Klaster Penyebaran Covid-19

Bagus Alit ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 10:49 WITA
Miris, Tempat Karantina Tenaga Medis di Bali Jadi Klaster Penyebaran Covid-19
Lokasi karantina tenaga medis yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Bali. (iNews.id/Bagus Alit)

BADUNG, iNews.id - Tempat karantina tenaga medis di Bali menjadi klaster penyebaran Covid-19. Ada 12 orang tenaga medis di tempat karantina itu yang positif terjangkit virus corona.

Lokasi karantina tenaga medis itu berada di Hotel Made, Kabupaten, Badung. Ada puluhan tenaga medis yang menjalani karantina di hotel tersebut.

"Itu berawal dari sopir ambulans yang pertama kali kena," ujar koordinator Satgas Operasi Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Badung, Nyoman Gunarta, Rabu (1/7/2020).

Gunarta mengatakan, dari sopir ambulans itu lalu menular ke petugas medis lainnya. Penularan terjadi karena para tenaga medis tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tepat di tempat karantina.

"Apakah mereka yang dikarantina sudah sesuai protokol kesehatan atau tidak? Itu yang kemudian kena," tuturnya.

Gunarta menambahkan, tak ada asumsi bahwa petugas medis yang menangani pasien Covid-19 lalu terpapar virus. Sebab dari segi perlindungan, para tenaga medis itu telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai protokol kesehatan. Kendati demikian, saat selesai menjalankan tugas mungki ada yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan tepat.

"Misal pada saat melepas APD, apakah sudah sesuai urutan? Mungkin karena capek, masker duluan yang dilepas," katanya memberi contoh.

Menurut Gunarta, dari klaster tempat karantina ini ada 12 orang tenaga medis yang dipastikan positif terjangkit Covid-19. Mereka terdiri atas dokter, perawat, dan sopir ambulans.

Mengantisipasi penyebaran meluas, tempat karantina tersebut telah disterilisasi. Kemudian setiap tenaga medis yang kontak dengan pasien positif, meskipun telah memakai APD tetap wajib menjalankan tes swab esok harinya.

"Sambil nunggu swab kita karantina," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto