Mengamuk di Rumah Detensi, Bule Rumania Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Bangli

Antara ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 17:00 WIB
Mengamuk di Rumah Detensi, Bule Rumania Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa Bangli
Warga negara Rumania mengamuk di Rumah Detensi Denpasar dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Bangli. (Foto: Humas Kemenkumham Bali)

DENPASAR, iNews.id - Imigrasi Bali membawa seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania yang mengamuk di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. WNA bernama Peroubusu Luncar Aristotel Silviu (41) itu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.

"Dari diagnosa awal dokter kejiwaan, yang bersangkutan mengidap gangguan afektif bipolar episode manik dengan gejala psikotik," kata Kasubag Humas dan Reformasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Bali, I Putu Surya Dharma di Denpasar, Kamis (30/7/2020).

Dia mengatakan, tindakan itu diambil karena perilaku Silviu itu telah mengganggu ketertiban lingkungan Rumah Detensi Imigrasi. Saat dibawa ke RS Jiwa Bangli, Silviu sangat kooperatif meski dikawal empat petugas. Untuk sementara Silviu dirawat inap dan diobservasi petugas RSJ Bangli.

Sebelumnya, Silviu diamankan Satpol PP Badung karena sempat membuat keributan di salah satu penginapan di Kabupaten Badung. Dia diamankan pada Selasa (21/7/2020) dan kemudian diserahkan kepada Imigrasi.

"Saat itu, Silviu diminta mengosongkan kamar karena karena masa menginapnya telah habis. Namun, dia malah melempar koper ke kolam sehingga ada keributan yang menyebabkan penghuni penginapan itu tidak nyaman," ujarnya.

Sebelumnya, Satpol PP Badung mencatat setidaknya ada enam WNA yang diamankan karena diduga mengalami depresi akibat pandemi dan tertahan di Bali karena tak bisa pulang ke negaranya.

"Bulan Juli ini saja kita sudah mengamankan enam bule yang kehabisan bekal," kata Kepala Satpol PP Kabupaten Badung, Bali, I Gusti Agung Suryanegara, Kamis (30/7/2020).

Dalam catatan Satpol PP Badung, enam WNA yang diamankan karena hidup menggelandang itu yakni warga negara Amerika Serikat, Perancis, Rumania, Inggris, dan dua warga negara Rusia.


Editor : Reza Yunanto