Mayat di Selokan Pelabuhan Benoa, Polisi Temukan KTP Semarang atas Nama Selamat Meidias

Antara ยท Jumat, 25 September 2020 - 13:58 WITA
Mayat di Selokan Pelabuhan Benoa, Polisi Temukan KTP Semarang atas Nama Selamat Meidias
Proses identifikasi mayat laki-laki dalam selokan oleh Tim Identifikasi Polresta Denpasar, Kamis (24/9/2020). (Foto: Humas Polresta Denpasar)

DENPASAR, iNews.id - Polresta Denpasar dan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa masih menyelidiki kasu penemuan mayat laki-laki yang ditemukan dalam selokan kawasan Pelabuhan Benoa. Sesuai KTP yang ditemukan di dompet, identitas korban bernama Selamat Meidias, berusia 30 tahun.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi mengatakan, KTP itu ditemukan di dompet warna hitam milik korban. Korban atas nama Selamat Meidias, lahir di Semarang 22 Mei 1990. Pekerjaan disebutkan pelajar. Sementara alamatnya Kampung Spoorlan RR/RW 003/003 Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Semarang, Jawa Tengah.

"Petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp150.000 di dompet. Kemudian, sepasang sandal jepit warna putih, tali warna biru, korek gas dan topi warna hitam," kata Iptu Ketut, Kamis (24/9/2020) malam.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh satpam di selokan depan bank, sebelah selatan Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa. Penemuan mayat itu berawal dari kecurigaan satpam karena mencium bau yang menyengat dari arah depan kantor, Kamis, pukul 19.15 Wita. Awalnya dia menduga itu bau bangkai.

Saksi kemudian mencari tahu asal bau menyengat tersebut. Dia mengambil senter karena sumber bau menyengat tersebut berasal dari dalam selokan. Sementara kondisi selokan gelap.

"Dia turun ke selokan dengan alat bantu senter untuk memastikan sumber bau. Ternyata, dia menemukan sesosok mayat tergeletak dengan kondisi diperkirakan sudah meninggal dengan bau yang sangat menyengat," kata Ketut Sukadi.

Satpam yang menemukan mayat tersebut selanjutnya meminta bantuan kepada rekan kerjanya. Mereka juga melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat yang langsung turun ke lokasi.

Ketut Sukadi mengatakan, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian korban, apakah korban pembunuhan atau bukan. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," ujarnya.

Saat ini mayat tersebut telah dievakuasi ke RSUP Sanglah. Selain itu, posisi mayat saat ditemukan dalam posisi menengadah dan kepala mengarah ke utara.


Editor : Maria Christina