Korban Pengeroyokan di Denpasar Akan Gugat Leasing Pengguna Jasa Debt Collector

Indira Arri ยท Selasa, 27 Juli 2021 - 13:20:00 WITA
Korban Pengeroyokan di Denpasar Akan Gugat Leasing Pengguna Jasa Debt Collector
Putu Pastika Adnyana, kuasa hukum korban pembacokan oleh debt collecotr di Denpasar, Bali. (Foto: iNews/Indira Arri)

DENPASAR, iNews.id - Pengeroyokan Gede Budiarsana hingga tewas di Denpasar, Bali melibatkan perusahaan jasa penagihan utang. Kakak korban, Ketut Widiada akan menuntut perusahaan leasing yang meminta bantuan debt collector untuk menarik motor.

"Perusahaan-perusahaan yang terlibat di dalam kerja sama dengan perusahaan Benny Bakarbessy ini atau PT BMMS akan kami gugat," ujar kuasa hukum korban, Putu Pastika Adnyana dalam keterangan di Denpasar, Senin (26/7/2021).

Dia mengatakan, sosok Benny Bakarbessy yang merupakan bos PT BMMS juga terlibat dalam pengeroyokan korban. Menurut keterangan Ketut Widiada, Benny memberikan perintah membunuh korban.

"Sebab otak pelaku bukanlah Wayan S saja, tetapi tersangka Benny Bakarbessy yang memberikan perintah bunuh terhadap korban dan almarhum," ujarnya.

Ketut Widiada, kakak Gede Budiarsana yang tewas dibacok debt collector di Bali. (Foto: iNews/Indira Arri)
Ketut Widiada, kakak Gede Budiarsana yang tewas dibacok debt collector di Bali. (Foto: iNews/Indira Arri)

Sementara Ketut Widiada menceritakan, perintah bunuh tersebut diucapkan saat dia dan adiknya berada di kantor PT BMMS di Jalan Gunung Patuha untuk menyelesaikan penarikan motor. 

Saat itu dia meminta untuk menunda penarikan motor. Sang adik juga meminta para debt collector menunjukkan surat perintah penyitaan kalau mau menarik motor. Namun permintaan itu direspons oleh pelaku dengan kekerasan.

"Benny ngeluarin parang terus bilang bunuh. Saya mau ditebas sama Benny. Dari belakang saya dihajar," ujar Widiada.

Editor : Reza Yunanto

Halaman : 1 2