Janda di Bali Tewas Bersimbah Darah dalam Warung, Diduga Korban Perampokan

Pande Wismaya ยท Selasa, 14 Juli 2020 - 15:58 WIB
Janda di Bali Tewas Bersimbah Darah dalam Warung, Diduga Korban Perampokan
Seorang janda berusia 50 tahun di Buleleng, Bali ditemukan tewas bersimbah darah diduga korban perampokan. (iNews.id/Pande Wismaya)

BULELENG, iNews.id - Warga Buleleng, Bali digemparkan dengan tewasnya perempuan paruh baya pemilik warung di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan. Korban yang bernama Putu Sekar (50) itu tewas bersimbah darah di dalam warungnya.

"Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dengan luka di bagian kepala oleh kakaknya," kata Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada di Buleleng, Selasa (14/7/2020).

Dia mengatakan, korban ditemukan tewas pada Senin (13/7/2020) sore sekitar pukul 16.00 WITA. Saat itu, warga melaporkan kepada aparat kepolisian ada seorang warga yang tewas bersimbah darah di dalam warung yang menyatu dengan rumahnya.

Dari penyelidikan sementara, korban diduga tewas dibunuh oleh perampok yang menyatroni warung yang menyatu dengan rumahnya itu. Tas serta kalung emas milik korban hilang setelah peristiwa itu.

"Dari keterangan kakak korban, tas dan kalung yang menempel di korban sudah tidak ada," ujarnya.

Menurutnya, tim Inafis Polres Buleleng telah bekerja mengumpulkan bukti-bukti pendukung dari rumah dan warung tempat ditemukannya jasad korban.

Polisi sudah memeriksa dua saksi yakni kakak dan adik korban. Menurutnya, polisi masih terus berusaha mengumpulkan bukti-bukti perampokan berdarah ini. Sedangkan jasad korban saat ini masih berada di RSUD Buleleng untuk dilakukan autopsi.

Sementara itu, Kepala Desa Depeha, I Made Semaraguna menerangkan, korban sehari-hari memang tinggal seorang diri di rumahnya yang besar yang juga terdapat warung yang menyatu dengan rumah tersebut.

Korban merupakan janda karena suaminya baru saja meninggal empat bulan yang lalu. Sedangkan anak korban tinggal di luar kota.

"Kami terkejut ada pencurian dengan kekerasan ini. Tidak ada hal mencurigakan karena korban tidak memiliki masalah dengan warga lainnya," tuturnya.


Editor : Reza Yunanto