Gubernur Wayan Koster Surati Menhub, Minta Akses Masuk Bali Melalui Pelabuhan Diperketat

Antara ยท Senin, 30 Maret 2020 - 18:54 WIB
Gubernur Wayan Koster Surati Menhub, Minta Akses Masuk Bali Melalui Pelabuhan Diperketat
Gubernur Bali Wayan Koster (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Gubernur Bali Wayan Koster melayangkan surat kepada Menteri Perhubungan. Isi surat meminta pengawasan lebih ketat bagi para penumpang dan kendaraan yang masuk ke Pulau Dewata melalui pelabuhan.

Surat tersebut dikirim Koster kepada Menteri Perhubungan pada 29 Maret 2020. Isi surat mendesak itu perihal Penguatan Pengawasan Pelabuhan Akses Provinsi Bali.

Bahkan Koster mengaku telah menghubungi Menteri Perhubungan ad interim Luhut Panjaitan secara pribadi.

"Saya sudah WA Menteri Perhubungan yang saat ini dijabat oleh Menko Maritim, beliau sudah merespons. Saya kemarin malam juga sudah langsung teleponan dengan Dirjen Perhubungan Laut dan Darat untuk memperketat pengawasan para penumpang, atau juga kendaraan yang masuk ke Bali, yang lewat pelabuhan," kata Koster di Denpasar, Senin (30/3/2020).

Melalui surat tersebut, Koster berharap orang masuk ke Bali yang berasal dari luar Bali akan berkurang.

Menurutnya, hanya yang memiliki kepentingan logistik, penanganan kesehatan, keamanan, tugas pemerintah pusat dan daerah, atau juga masyarakat yang memerlukan kepentingan sangat darurat seperti keluarga meninggal dan kepentingan khusus lainnya yang boleh diizinkan masuk Bali.

"Seleksi ketat itu tentu harus mengikuti protokol kesehatan. Beliau (Menteri dan Dirjen) sudah menyanggupi dan saya kira mulai hari ini mulai dalam persiapan dan pelaksanaan," ujarnya.

Saat ini ada dua pelabuhan besar untuk masuk ke Bali, yaitu Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan akses masuk dari Pulau Jawa, dan Pelabuhan Padangbai yang merupakan akses masuk dari Nusa Tenggara Barat.

Koster berharap aparat di pelabuhan lebih tegas dalam melakukan pembatasan orang atau kendaraan yang akan masuk ke Bali.

"Kalau tujuannya untuk berwisata atau melakukan kegiatan yang tidak penting agar dicegat saja di pelabuhan, sehingga arus warga yang masuk ke Bali bisa dikelola, diawasi untuk mencegah penyebaran COVID-19," ucap Koster.

Melalui surat tersebut, Koster juga meminta agar Menteri Perhubungan melalui aparatnya di bawah, yakni otoritas pelabuhan dan penyeberangan, untuk membentuk posko terpadu dalam melakukan koordinasi pelaksanaan tugas.

Posko tersebut dilengkapi dengan fasilitas kesehatan, ambulans, thermo gun, termasuk menyiapkan ruang isolasi bagi penumpang atau warga yang demam serta tenaga medis.


Editor : Reza Yunanto