Gubernur Wayan Koster: Tunda Perjalanan dan Perketat Pintu Masuk Bali

Antara ยท Sabtu, 28 Maret 2020 - 12:52 WITA
Gubernur Wayan Koster: Tunda Perjalanan dan Perketat Pintu Masuk Bali
Gubernur Wayan Koster. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Menghadapi wabah virus corona (Covid-19), Gubernur Wayan Koster mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menunda perjalanan ke luar Pulau Bali. Koster juga meminta pengawasan di pintu-pintu masuk ke Pulau Bali diperketat.

"Imbauan ini tidak berlaku bagi angkutan logistik, keperluan penanganan kesehatan, penanganan keamanan dan tugas resmi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Koster dalam Surat Imbauan tertanggal 27 Maret 2020 yang dikutip, Sabtu (28/3/2020).

Koster juga meminta penyelenggara pintu masuk Pulau Bali baik di bandara, pelabuhan penyeberangan dan pelabuhan laut agar meningkatkan pengawasan terhadap perlintasan penumpang sesuai protokol pintu masuk dan protokol kesehatan Covid-19.

"Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang sangat serius dan fokus melaksanakan upaya-upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Bali guna mempercepat pemulihan kondisi Bali," ujarnya.

Koster juga kembali mengimbau masyarakat Bali supaya tidak berkumpul, mengurangi interaksi, pengumpulan massa dan menjaga jarak sosial dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

"Kegiatan adat dan agama yang mengumpulkan banyak massa juga ditiadakan," ujarnya.

Imbauan dikeluarkan mengacu pada arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran COVID 19, serta data penyebaran COVID-19 di sejumlah daerah yang semakin meningkat.

"Jadi harus diwaspadai dan diantisipasi agar tidak menimbulkan dampak yang semakin meluas, demi penyelamatan umat manusia," ujar Koster.

Sebelumnya Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, jumlah kasus positif Covid-19 di Bali masih tetap 9 orang. Sedangkan jumlah kumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 121 orang.

Dari 121 PDP tersebut, sampel yang sudah keluar hasilnya sebanyak 96 orang, yakni negatif 87 orang dan positif 9 orang.


Editor : Reza Yunanto