Geger Guru SD di Denpasar Meninggal di Teras Rumah, Jasad Dievakuasi Tim Medis Berbaju Hazmat

Antara · Jumat, 17 April 2020 - 22:50 WITA
Geger Guru SD di Denpasar Meninggal di Teras Rumah, Jasad Dievakuasi Tim Medis Berbaju Hazmat
Petugas medis mengevakuasi jasad guru SD yang meninggal di Denpasar, Jumat (17/4/2020). (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Seorang guru SD di Denpasar, Bali meninggal dunia di depan teras rumahnya. Jasad korban dievakuasi oleh petugas medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).

Korban yaitu Yuri Mauritz Lihad (57). Dia meninggal di teras rumahnya di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan siang tadi sekitar pukul 12.50 Wita, Jumat (17/4/2020).

​​“Ada empat orang personel kepolisian yang turun ke TKP bersama tim medis, setelah mendapat laporan dari keluarganya sekitar pukul 12.50 Wita,” jelas Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2020) malam.

Dia mengatakan, dari pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah tersebut. Di sekitar TKP juga tidak tampak adanya keanehan seperti upaya seperti pencurian.

Dari hasil pemeriksaan saksi, korban diketahui memiliki sakit maag yang sudah bertahun-tahun lamanya. Namun selama ini korban tidak mengeluhkan sakitnya itu.

“Menurut saksi bernama Andreas Nyoman Jati, bahwa iparnya itu mengalami sakit maag dari dulu namun tidak kronis," ujarnya.

Sesaat sebelum meninggal, korban masih duduk tenang di teras rumahnya. Namun beberapa saat dia mengalami sesak napas hingga terjatuh pingsan.

"Sebelum meninggal korban masih duduk tenang di teras hingga beberapa menit sesak napas, pingsan dan langsung meninggal tidak bisa ditolong," ujarnya.

Evakuasi jasad korban oleh petugas medis berbaju hazmat seperti tenaga medis yang menangani kasus virus corona (Covid-19) juga sempat menimbulkan pertanyaan.

Menurut dia, hal itu dilakukan lantaran menurut keterangan saksi, korban sempat mengalami demam pagi harinya. Bahkan korban sempat mendatangi posko covid-19 di Kelurahan Sesetan untuk memeriksakan kesehatan.

"Dia sempat dicek dengan alat suhu panas tubuh sama petugas Tim COVID-19 Kelurahan Sesetan dan suhu tubuhnya 37, derajat celsius,” katanya.

Karena itu, pihak keluarga langsung menelpon petugas Satgas Covid-19 Denpasar untuk melakukan evakuasi jenazah korban. Berdasarkan keterangan saksi itulah, petugas medis yang datang langsung mengenakan baju hazmat.


Editor : Reza Yunanto