Dipindah ke Lapas Kerobokan, Jerinx Bacakan Cerita Matinya Demokrasi

Bagus Alit ยท Senin, 30 November 2020 - 13:40:00 WITA
Dipindah ke Lapas Kerobokan, Jerinx Bacakan Cerita Matinya Demokrasi
Jerinx dipindah dari Rutan Polda Bali ke Lapas Kerobokan, Senin (30/11/2020). (iNews.id/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Jaksa resmi memindahkan penahanan Jerinx ke Lapas Kerobokan. Sebelum masuk lapas, musisi bernama I Gede Ary Astina itu meminta waktu untuk membacakan cerita yang dia tulis selama menghuni sel Rutan Polda Bali.

Pantauan iNews.id, Jerinx tiba di Lapas Kerobokan dengan mobol tahanan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Senin (30/11/2020). Memakai rompi oranye dan tangan terborgol, dia tiba dalam kawalan ketat petugas. Sang istri Nora Alexandra menyambut Jerinx di pintu masuk lapas.

Sebelum masuk ke lapas, penggebuk drum Superman Is Dead itu meminta waktu untuk membacakan cerita fiksi yang dia tulis selama menjadi tahanan di Rutan Polda Bali.

Cerita yang dia tulis di buku itu diberi judul "Global Kaliyuga: Fiksi Halu Yang Hanya Lucu Sampai 2030." Dalam cerita tersebut, Jerinx menyebut soal matinya demokrasi dan tumbuhnya bibit-bibit baru fasisme.

"Jika indikasi arah Kaliyuga dimulai dengan matinya demokrasi dan tumbuhnya bibit-bibt baru fasisme. Dia datang dalam berbagai topeng dan kemasan, mulai dari yang soft sampai yang militan," ujar Jerinx.

Usai membaca cerita pendek tersebut, Jerinx digiring masuk petugas ke dalam Lapas Kerobokan. Dia mengaku pasrah menjalani hukuman.

Sepintas cerita tersebut seperti pesan yang ingin disampaikan Jerinx terkait pandemi Covid-19 dan kasus yang menjeratnya. Namun Jerinx menyebut tak ada maksud apa pun di balik cerita itu.

"Oh ndak ada pesan apa-apa, itu fiksi orang galau nggak punya kerjaan di dalam sel," ujar Jerinx tertawa.

Editor : Reza Yunanto