Bali Gelap Gulita saat Nyepi, Ini Penampakan Turis Makan dengan Pencahayaan Lilin

Antara ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 10:39 WITA
Bali Gelap Gulita saat Nyepi, Ini Penampakan Turis Makan dengan Pencahayaan Lilin
Tamu hotel menikmati makan malam dengan penerangan yang minim di Badung, Bali, Rabu (25/3/2020). (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

BADUNG, iNews.id - Seluruh wilayah di Provinsi Bali, terpantau gelap gulita saat malam Hari Raya Nyepi tahun Saka 1942. Para tamu hotel pun dilarang keluyuran di luar selama nyepi.

Para wisatawan di salah satu hotel yang berada tepat di tepi Pantai Kuta, menikmati makan malam sembari menyaksikan pemandangan matahari. Mereka hanya ditemani penerangan dari lilin.

Sama seperti para wisatawan, para karyawan hotel juga terpantau tetap beraktivitas pelayanan. Kondisi tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan suasana kawasan Kuta pada hari biasa yang dipenuhi lampu penerangan dengan hingar bingar aktivitas pariwisata.

Saat Hari Raya Nyepi, seluruh lampu harus dipadamkan, tidak hanya di kawasan pariwisata dan perhotelan, namun hal itu juga harus dilakukan di seluruh kawasan permukiman penduduk.

Seluruh penerangan dipadamkan terkait salah satu catur brata penyepian, yaitu tidak menggunakan api termasuk lampu penerangan (Amati Geni).

Selain Amati Geni, saat Hari Raya Nyepi umat Hindu menjalani brata penyepian lainnya yaitu, tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan) dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam hingga Kamis (26/3/2020) pukul 06.00 WITA.

Sesekali terlihat Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali yang berpatroli mengawasi keadaan lingkungan serta memastikan kondisi lampu penerangan rumah warga, termasuk penerangan kamar-kamar hotel yang dihuni wisatawan telah dipadamkan.

Maharani, seorang tamu hotel yang berasal dari Jawa Timur mengatakan, gelapnya suasana Bali saat malam Hari Raya Nyepi menurutnya menjadi suatu pengalaman tersendiri yang sangat menarik.

"Suasananya sangat tenang dan sunyi. Apalagi biasanya di Kuta ini ramai sekali wisatawan, kalau malam juga banyak tempat hiburan yang terang, kemudian sekarang ini semuanya lampunya bisa mati ya menurut saya sangat indah dan khidmat terutama bagi umat Hindu yang sedang menjalani Nyepi," katanya.


Editor : Nani Suherni