Nyepi di Bali, Pecalang Lakukan Patroli Cegah Wisatawan Berkerumun

Antara ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 19:17 WIB
Nyepi di Bali, Pecalang Lakukan Patroli Cegah Wisatawan Berkerumun
Pecalang berpatroli saat Nyepi di Bali. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id - Suasana Bali yang biasanya ramai oleh aktivitas warga dan turis, hari ini menjadi sepi dan hening. Umat Hindu yang merupakan mayoritas warga Bali merayakan Nyepi.

Sejak pukul 06.00 Wita, Rabu (25/3/2020) tak ada orang yang beraktivitas di luar rumah. Hanya tampak pecalang atau petugas pengamanan adat Bali yang dapat ke luar rumah untuk berpatroli mengawasi keadaan lingkungan.

Kehadiran pecalang untuk memastikan tidak ada wisatawan yang beraktivitas dan berkerumun di luar rumah atau hotel agar pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali dapat berjalan dengan tertib, hening dan aman.

Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalani Tapa Beratha Penyepian meliputi amati karya (tidak bekerja dan aktivitas lainnya), amati geni (tidak menyalakan api), amati Lelungan (tidak bepergian) dan amati Lelanguan (tidak mengumbar hawa nafsu, tanpa hiburan atau bersenang-senang).

Ritual itu dilakukan selama 24 jam hingga Kamis (26/3/2020) pukul 06.00 Wita.

Para wisatawan yang berada di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, yang biasanya beraktivitas ke luar hotel dan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata juga tampak ikut menikmati suasana Hari Raya Nyepi dengan tetap berada di dalam hotel. Di hotel, para wisatawan menikmati Hari Raya Nyepi dengan bersantai dan memanfaatkan berbagai fasilitas hotel.

Petugas hotel pun juga menutup jendela dan pintu kaca dengan kain maupun kertas tebal agar cahaya dari dalam hotel tidak sampai terlihat dari luar. Selain itu, mereka juga berjaga untuk memastikan para wisatawan tidak ada yang ke luar hotel.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan imbauan agar warga Bali membatasi aktivitas di luar rumah dan tidak mengadakan acara yang berpotensi membuat kerumunan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di Bali meluas.


Editor : Reza Yunanto