Viral Penerima Beras Miskin di Bali Naik Terios, Netizen: Malu Dong!

Chusna Mohammad · Kamis, 08 April 2021 - 16:19:00 WITA
Viral Penerima Beras Miskin di Bali Naik Terios, Netizen: Malu Dong!
Tangkapan layar penerima beras miskin (raskin) pulang naik mobil Terios. (Foto: MNC/Chusna Mohammad)

DENPASAR, iNews.id - Kegiatan pembagian beras miskin (raskin) di Tabanan, Bali menjadi heboh. Dua warga yang menerima beras untuk orang miskin itu pulang dengan naik mobil Terios. 

Kejadian itu sempat direkam seorang warga yang kemudian diunggah ke media sosial dan menjadi viral

"Lihat aja dulu cocok apa tidak ini dapat raskin. Pantesan bapak, ibuk ini berjalan ke selatan. Dimana ini turun beras miskinnya. Begini sekarang penerima beras raskin. Beras raskin naik terios. Kok berani pak buk, malu dong," ujar pengunggah video dalam narasinya. 

Tangkapan layar penerima beras miskin (raskin) pulang naik mobil Terios. (Foto: MNC/Chusna Mohammad)
Tangkapan layar penerima beras miskin (raskin) pulang naik mobil Terios. (Foto: MNC/Chusna Mohammad)

Video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan dua orang laki-laki dan perempuan paruh baya yang diduga suami-istri berjalan beriringan sambil masing-masing memanggul sekarung beras. 

Langkah kedua orang itu akhirnya terhenti di mobil Terios warna putih yang diparkir agak jauh. Si perempuan terlebih dulu membuka pintu tengah mobil untuk memasukkan beras disusul si laki-laki. 

Sontak postingan video itu viral dan sampai kini telah disebarkan ulang ratusan kali oleh berbagai pemilik akun. Ribuan komentar pun muncul mulai dari hujatan hingga kecaman kepada dua penerima raskin dan aparat yang dinilai kecolongan. 

Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan yang dikonfirmasi mengakui jika ada pembagian raskin di lima desa di Kecamatan Baturiti pada Senin (5/4/2021).

"Yang viral itu kejadiannya di Desa Perean Tengah," katanya, Kamis (8/4/2021). 

Menurut Gunawan, penelusuran masih dilakukan untuk memastikan kedua orang yang ada di video itu merupakan penerima program PKH (program keluarga harapan) atau tidak. 

Jika nantinya terbukti keduanya bukan sebagai penerima, akan ada sanksi.

"Nanti KKS (kartu kesejahteraan sosial)-nya bisa dibekukan. Lewat bank kemudian diteruskan ke pusat," ujar Gunawan.

Editor : Reza Yunanto