Upacara Ngaben di Bali, Ritual Kremasi Jenazah Umat Hindu untuk Sucikan Roh

Reza Rizki Saputra ยท Rabu, 03 Agustus 2022 - 22:43:00 WITA
Upacara Ngaben di Bali, Ritual Kremasi Jenazah Umat Hindu untuk Sucikan Roh
Upacara Ngaben di Bali merupakan ritual pemakaman agama umat Hindu di Bali. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Upacara Ngaben di Bali merupakan ritual pemakaman agama umat Hindu di Bali. Ngaben merupakan upacara pembakaran jenazah umat Hindu. 

Upacara ngaben, yakni suatu ritual yang dilaksanakan untuk mengembalikan roh leluhur ke tempat asalnya. Ngaben dalam bahasa Bali berkonotasi halus yang sering disebut palebon. 

Kata Palebon berasal dari kata lebu yang artinya prathiwi atau tanah. Palebon artinya menjadikan prathiwi (abu). Untuk menjadikan tanah itu ada dua cara yaitu dengan cara membakar (ngaben) dan menanam ke dalam tanah (metanem).

Asal Usul Upacara Ngaben 

Dari beberapa sumber, Ngaben dalam bahasa Hindu, berarti memisahkan jiwa dari jasad. Pemisahan jasad ini dilakukan melalui kremasi

Asal-usul ritual ini dilakukan oleh Bharatayuddha (keturunan kaisar Bharata) di India sekitar 400 SM. Mereka percaya, upacara kremasi ini akan membawa kembali tubuh almarhum ke dasar alami tubuh. 

Hal ini berkaitan dengan energi air, panas, angin, dan bumi pada alam. Umat Hindu juga percaya dengan kremasi mayat akan membebaskan jiwa mereka dari perbuatan buruk selama hidup di dunia. 

Tujuan utamanya, yaitu untuk mengantarkan mereka ke surga dan bereinkarnasi menjadi pribadi lebih baik. Lambat laun, upacara Ngaben mulai masuk ke Bali pada abad ke-8 dan diwariskan secara turun temurun. 

Di era modern ini, kebudayaan Ngaben masih terus dilakukan dan menjadi tradisi agama Hindu di Bali.

Tujuan Upacara Ngaben

Tujuan dari upacara Ngaben, yaitu tak jauh dari pembersihan amal seseorang yang telah meninggal dunia. Setiap anggota keluarga wajib untuk mengantarkan almarhum dalam memasuki kehidupan yang berikutnya.

Sama seperti jenis sistem kepercayaan lainnya, umat beragama Hindu di Bali percaya, tubuh terdiri dari spiritual dan fisik. Ketika kematian terjadi, masyarakat setempat percaya itu akan memadamkan fisik dan fungsi tubuh. 

Sementara, roh atau yang disebut oleh masyarakat setempat dengan atma akan tetap hidup selamanya. Banyak dari mereka menggambarkan kematian sebagai tidur yang panjang. 

Hal tersebut berarti, tubuh yang tak mampu lagi bergerak, namun roh pada orang tersebut tak sepenuhnya hilang.

Rangkaian Upacara Ngaben

Rangkaian upacara Ngaben cukup unik sehingga dapat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung dan melihat prosesnya. 

Editor : Kurnia Illahi

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: