Terungkap, Anggota Kodam IX/Udayana Berfoto di Depan Rumah Warga Usai Pasang Banner Penyegelan

Dewi Umaryati · Kamis, 16 September 2021 - 21:48:00 WITA
Terungkap, Anggota Kodam IX/Udayana Berfoto di Depan Rumah Warga Usai Pasang Banner Penyegelan
Anggota Kodam IX/Udayana Peltu Muhaji sempat berfoto usai memasang banner segel yang menutup rumah warga milik Hendra di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar. (Foto: Istimewa)

DENPASAR, iNews.id – Kasus penyegelan rumah warga di Jalan Batas Dukuh Sari Gang Merak, Sesetan, Denpasar kembali digelar Pengadilan Militer III-14 Denpasar, Kamis (16/9/2021). Dalam sidang terungkap, usai memasang banner segel yang menutup rumah warga milik Hendra, anggota Kodam IX/Udayana Peltu Muhaji yang menjadi terdakwa dalam kasus ini sempat berfoto.  

Sidang yang dipimpin Letkol Chk Silveria Supanti dengan dua hakim anggota Mayor Chk Agustono dan Mayor Chk Raegen ini masih mengagendakan pemeriksaan saksi. Dua saksi yang hadir yakni Hotmasi Lormina Situmorang dan Djuni Djapimin yang tak lain istri dan ibu Hendra. 

Kesaksian menarik disampaikan Hotmasi saat ditanya hakim anggota Agustono. “Apakah setelah terdakwa memasang banner langsung pergi atau sempat ngobrol dulu dengan saksi,” kata Agustono. 

“Saya nggak ngobrol sama terdakwa Yang Mulia. Tapi sebelum pergi, terdakwa Pak Muhaji ini sempat foto dulu di depan banner yang dipasang,” kata Hotmasi. 

Menurut Hotmasi, terdakwa Muhaji datang ke rumahnya membawa banner berukuran besar bersama istri dan beberapa orang yang jumlahnya kurang lebih 10 orang. 

Dalam sidang, kuasa hukum Muhaji Letda Chk Yudi Candra, saksi Hotmasi juga dicecar soal oper kontrak dengan warga sebelumnya bernama Gono dan perpanjangan dengan Ketut Gede Pujiyama yang diketahui sebagai pemilik tanah meskipun dia tak pernah mengetahui bukti kepemilikan berupa sertifikat. 

Saat peristiwa penyegelan rumah menggunakan banner yang menutup akses pintu keluar masuk pada Jumat (2/10/2020), Hotmasi memilih untuk keluar rumah. 

“Saya pilih keluar dan ternyata anak saya yang nomor dua ngikuti dari belakang. Ya sudah kami berdua panas-panasan di luar rumah,” ujarnya. 

Hotmasi yang saat kejadian tengah mengandung 4 bulan ini mengaku selama pintunya terpasang segel, harus menumpang ke kamar mandi dan diberi makanan oleh tetangganya. 

“Saya secara ekonomi juga dibatasi karena saat itu tidak bisa jualan kue di pasar,” katanya. 

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: