Sosok Sarah Gilbert, Penemu Vaksin AstraZeneca yang Tak Berharap Keuntungan dari Hak Paten

Ahmad Islamy Jamil ยท Senin, 19 Juli 2021 - 14:40:00 WITA
Sosok Sarah Gilbert, Penemu Vaksin AstraZeneca yang Tak Berharap Keuntungan dari Hak Paten
Sarah Gilbert, ilmuwan Universitas Oxford, Inggris penemu vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Ilmuwan Inggris Sarah Gilbert menjadi sorotan. Penemu vaksin AstraZeneca ini tak mengambil hak paten demi harga murah vaksin yang kini telah banyak digunakan oleh negara-negara di dunia untuk melawan pandemi Covid-19.

Vaksin AstraZeneca diprakarsai oleh Gilbert bersama timnya di Universitas Oxford, Inggris.

Glibert yang berusia 59 tahun adalah ilmuwan penyandang gelar profesor di Universitas Oxford. Dia ahli vaksin yang mengkhususkan diri dalam pengembangan vaksin melawan influenza dan patogen virus yang sedang berkembang.

Dalam profilnya di laman resmi Departemen Kesehatan Nuffield di Universtas Oxford, pemilik nama lengkap Sarah Catherine Gilbert itu juga tercatat sebagai salah satu pendiri Vaccitech.

Vaccitech adalah perusahaan startup yang mengembangkan vaksin baru menggunakan vektor virus nonreplikasi Chimpanzee Adenovirus Oxford (ChAdOx) dan Modified Vaccinia Ankara (MVA).

Gilbert memimpin pengembangan dan pengujian vaksin flu universal, yang menjalani uji klinis pada 2011. Pada awal 2020, Gilbert membaca berita tentang empat orang di China yang menderita pneumonia aneh—yang kemudian dikenal sebagai Covid-19. Dalam waktu dua minggu saja, dia memprakarsai perancangan sebuah vaksin di Oxford untuk melawan virus baru itu. 

Gilbert menghabiskan waktu berjam-jam di laboratorium. Setiap hari, dia bangun jam 4 pagi dan bekerja sampai larut malam.

Editor : Reza Yunanto

Halaman : 1 2