Singapore Airlines Tunda Penerbangan ke Bali, Bandara Ngurah Rai Gelar Koordinasi

Bagus Alit ยท Senin, 03 Mei 2021 - 11:48:00 WITA
Singapore Airlines Tunda Penerbangan ke Bali, Bandara Ngurah Rai Gelar Koordinasi
Singapore Airlines menunda rencana penerbangan ke Bandara Ngurah Rai, Bali pada 4 Mei 2021. (Foto: iNews/Bagus Alit)

DENPASAR, iNews.id - Pengelola Bandara Ngurah Rai belum mengetahui penundaan penerbangan Singapore Airlines dari Singapura ke Bali pada 4 Mei 2021. Penundaan tersebut akan dikoordinasikan kembali dengan Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara. 

"Kami akan update lagi terkait Singapore Airlines ini. Hari ini ada rapat dengan Otoritas Bandara IV," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, Taufan Yudhistira, Senin (3/5/2021).

Sebelumnya Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusra mengeluarkan keterangan terkait penundaan penerbangan Singapore Airlines yang akan melayani rute Singapura-Bali-Singapura.

Alasan penundaan karena Bandara Ngurah Rai bukan salah satu bandara yang ditetapkan sebagai pintu masuk (entry point) penerbangan internasional.

Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara menyampaikan keputusan itu berdasarkan hasil rapat pimpinan pemangku kebijakan terkait aturan bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), sesuai Surat Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Nomor SR.03.04/II/1084/2021 Tanggal 28 April 2021.

Berikut garis besar terkait pengaturan PPLN tersebut:

1. Bahwa pintu masuk (entry point) bagi PPLN hanya diperbolehkan empat bandara internasional saja yakni CGK (Cengkareng), KNO (Kualanamo), SUB (Juanda) dan MDC (Manado). Kecuali untuk penerbangan internasional kargo masih diperbolehkan di luar empat bandara tersebut sesuai ketentuan. 

2. Rencana operasi penerbangan Singapore Airlines rute SIN-DPS-SIN seminggu dua kali mulai tanggal 4 Mei 2021 dinyatakan postponed (tertunda), sampai ada keputusan penambahan Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai entry point penerbangan internasional baik untuk WNA maupun untuk WNI yang status PMI.

3. Pertimbangan pengambilan keputusan tersebut yakni meningkatnya kasus terpapar Covid-19 beberapa negara (India, Pakistan, Filipina) secara signifikan dan pertimbangan potensi Satgas Covid-19 dalam penanganan PMI yang masuk ke daerah masing-masing. 

4. Penerbangan rute internasional untuk cargo flight masih diperbolehkan.  

Editor : Reza Yunanto