Sekretaris LPD di Bali Tersangka Penggelapan Dana Nasabah Rp1,1 Miliar

Made Argawa · Rabu, 09 Juni 2021 - 08:10:00 WITA
Sekretaris LPD di Bali Tersangka Penggelapan Dana Nasabah Rp1,1 Miliar
Sekretaris LPD di Desa Pakraman Belumbang, Tabanan, Bali, I Wayan Sunarta (41) menjadi tersangka penggelapan dana nasabah Rp1,1 miliar. (Foto: iNews.id/Made Argawa)

TABANAN, iNews.id - Sekretaris Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Desa Pakraman Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, I Wayan Sunarta (41) menggelapkan uang nasabah hingga Rp1,1 miliar. Uang tersebut digunakan untuk kebutuhan hidup dan berjudi.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan telah menetapakan Sunarta sebagai tersangka penggelapan dana nasabah. Dalam pemeriksaan, Sunarta mengaku hanya menggunakan uang sebanyak Rp300-400 juta. Sedangkan sisanya digunakan oleh pihak lain.

"Kemungkinan besar akan ada penambahan tersangka,' ujar Kepala Kejari Tabanan Ni Made Herawati di Tabanan, Selasa (8/6/2021).

Dia mengatakan, Sunarta dijerat Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Menurutnya, kasus yang menjerat Sunarta akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar. Dalam proses persidangan tak tertutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru.

Penggelapan dana yang dilakukan Sunarta mulai tercium sejak 2018. Saat itu sejumlah nasabah LPD Desa Belumbang curiga karena tidak bisa mencairkan uang mereka.

Kasus itu kemudian diselidiki oleh Kejari Tabanan. Dalam proses penyelidikan ditemukan bukti transaksi pengambilan uang nasabah yang tersimpan dalam deposito. Namun pengambilan uang tersebut tidak tercatat di daftar kas masuk LPD.

Editor : Reza Yunanto