Polisi Sebut Perempuan Subang Tewas di Homestay Bali Penyedia Jasa Prostitusi Online

Antara, dewi umaryati · Sabtu, 23 Januari 2021 - 18:48:00 WITA
Polisi Sebut Perempuan Subang Tewas di Homestay Bali Penyedia Jasa Prostitusi Online
Rekaman CCTV pria yang diduga pembunuh perempuan asal Subang di homestay Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar. (Foto: iNews.id/Istimewa)

DENPASAR, iNews.id - Polresta Denpasar memastikan perempuan asal Kabupaten Subang, Jawa Barat (Jabar), bernama Dwi Farica Lestari (23), yang tewas di homestay di Kota Denpasar, Bali, Sabtu (16/1/2021) lalu, bekerja sebagai penyedia jasa prostitusi online. Polisi masih mendalami kasus pembunuhan tersebut.

"Korban bekerja sebagai penyedia jasa prostitusi online. Korban telah berada di Bali sejak Kamis (14/1/2021), dua hari sebelum kejadian," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan saat ditemui di Polsek Denpasar Selatan.

Kapolsek mengatakan, pelaku yang saat ini masih dalam pencarian diduga orang kelima yang ke tempat kejadian perkara (TKP). 

"Masih kami dalami kasusnya, banyak kemungkinan ada beberapa yang kami curigai coba kerucutkan untuk bukti-bukti yang ada," kata Kapolresta Denpasar.
 
Dia mengatakan, seluruh prosesnya masih didalami baik dari CCTV dan keterangan saksi-saksi. Selanjutnya, terkait indikasi terduga pelaku merupakan ojek online atau tidak, saat ini masih dilakukan penyelidikan ke beberapa penyedia ojek online.
 
"Dari rekaman CCTV ada beberapa yang dikumpulkan untuk keperluan identitas pelaku. Dari pihak ojek online kooperatif dalam penyelidikan," ujar Kapolresta lagi.
 
Kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu (16/1/2021) pukul 02.30 WITA, di sebuah kamar indekos Jalan Tukad Batanghari Gang X No 12 Panjer, Denpasar Selatan, Bali. Saat kejadian, teman korban bernama Dianty (22) sempat makan bersama korban sekitar pukul 01.20 WITA. Kemudian, setelah makan, korban korban masuk ke kamarnya.
 
Sekitar pukul 01.40 WITA, saksi Dianty terjaga dari tidur karena ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki. Lalu, karena saksi merasa tidak enak, selanjutnya saksi Dianty bertanya kepada korban melalui aplikasi WhatsApp, namun korban tidak meresponsnya.
 
Selanjutnya, karena saksi Dianty merasa takut terjadi sesuatu, dia lalu menghubungi penjaga rumah indekos untuk menemaninya mengecek kondisi korban. Ketika penjaga indekos mengecek kamar korban, ditemukan banyak darah di lantai dan ditemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa lagi.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2