Polisi Amankan Sejoli Pelajar SMA yang Diduga Orang Tua Pembuang Bayi

Antara, Nyoman Sudika ยท Sabtu, 10 Maret 2018 - 11:38 WIB
Polisi Amankan Sejoli Pelajar SMA yang Diduga Orang Tua Pembuang Bayi
Saksi mata saat menceritakan kronologi penemuan bayi tak bernyawa di Pantai Pebuahan, Jembrana, Bali. (Foto: iNews/Nyoman Sudika)

JEMRANA, iNews.id – Kurang dari 24 jam, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Jembrana, Bali, mengungkap kasus penemuan jasad bayi yang ditemukan nelayan di Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Jumat 9 Maret 2018. Aparat menangkap sepasang sejoli yang ditengarai sebagai terduga pelaku, orang tua bayi malang tersebut.

"Kami mengamankan dan memeriksa pasangan laki-laki dan perempuan yang diduga kuat sebagai orang tua dari bayi itu sekitar pukul 17.00 wita, setelah mendapat laporan adanya penemuan bayi," kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Soaai, Sabtu (10/3/2018).

Meskipun sudah memeriksa terduga pelaku, ia mengaku belum bisa memberikan identitas atau inisial mereka karena masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Namun ia membenarkan, orang tua bayi yang ditemukan dengan tubuh sudah rusak itu, merupakan sepasang remaja yang masih berstatus pelajar SMA di Kabupaten Jembrana.

"Pemeriksaan tidak bisa kami lakukan dengan cepat, karena kondisi terduga ibu dari bayi tersebut masih lemah dan terguncang," ujarnya.

"Kami masih menunggu hasilnya. Dari autupsi itu nanti bisa diketahui berapa usia bayi tersebut, jenis kelamin, termasuk penyebab kematiannya, apakah meninggal di dalam kandungan atau masih hidup saat dibuang," tuturnya.

Menurut Agustinus, kasus penemuan jasad bayi itu dengan cepat terungkap, setelah pihaknya mendapatkan informasi kalau ada orang yang diduga kuat membawa dan membuang jasad bayi tersebut. "Ada warga yang melihatnya, dari informasi itu kami kembangkan sehingga kasus ini dengan cepat bisa kami ungkap," katanya.

Disinggung alamat sepasang remaja itu ia hanya mengatakan, mereka warga asal Kecamatan Melaya dan Kecamatan Negara. "Sabar dulu, kami masih memeriksa mereka. Setelah lengkap akan kami sampaikan, termasuk motifnya," ujar Kasatrekrim Jembrana.

Diberitakan sebelumnya, Subhan seorang nelayan di Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara menemukan jasad bayi di pinggir pantai. Temuan itu ia sampaikan kepada Mukarani, ibunya, yang langsung mengambil bayi malang tersebut dan dibawanya pulang ke rumah.

Ia lalu melaporkan penemuan tersebut ke aparat desa, dan tidak lama kemudian pihak kepolisian datang melakukan pemeriksaan lokasi penemuan, serta membawa jasad bayi tersebut ke RSU Negara.

Bayi tersebut diperkirakan memiliki berat badan sekitar 700 gram dengan panjang tubuh sekitar 30 centimeter, serta panjang rambut sekitar satu sentimeter. Terkait penyebab kematian dan usia kandungan atau usia bayi tersebut belum diketahui pasti.


Editor : Donald Karouw