PN Denpasar Tetap Akan Gelar Sidang Jerinx secara Virtual

dewi umaryati ยท Senin, 07 September 2020 - 22:53 WITA
PN Denpasar Tetap Akan Gelar Sidang Jerinx secara Virtual
PN Denpasar tetap akan menggelar sidang virtual karena status Jerinx yang masih ditahan di Rutan Polda Bali (dok.iNews.id)

DENPASAR, iNews – Pengadilan Negeri (PN) Denpasar tetap akan menggelar sidang kasus ujaran kebencian dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx, meski ada penolakan dari kuasa hukumnya. Sidang perdana kasus Jerinx ini rencananya akan digelar Kamis (10/9/2020).

Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah menerima surat keberatan pelaksanaan sidang virtual yang diajukan terdakwa kasus ujaran kebencian, I Gede Ari Astina alias Jerinx yang diajukan kuasa hukum, Senin (7/9/2020). Ketua PN Denpasar Sobandi mengaku telah meneruskan surat itu ke majelis hakim yang menangani kasus ini.

“Suratnya sudah kami terima. Terdakwa melalui kuasa hukumnya mengajukan penolakan sidang online dan meminta dilakukan secara langsung atau tatap muka,” kata Sobandi.

Sementara sesuai kesepakatan bersama antara Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Menteri Hukum dan HAM serta Undang-Undang serta Surat Keputusan (SK) Dirjen Nomor 379 tahun 2020, juga surat edaran MA Nomor 1 tahun 2020, bahwa sidang perkara pidana di masa pandemi Covid-19, untuk terdakwa yang ditahan dilakukan secara virtual atau online.

“PN Denpasar hanya menggelar sidang menghadirkan terdakwa di ruang sidang untuk yang tidak ditahan,” katanya.

Menurut Sobandi, untuk sidang perdana dengan terdakwa Jerinx akan digelar virtual, karena saat ini terdakwa ditahan di rutan Polda Bali. Untuk sidang selanjutnya termasuk masalah penahanan dan penangguhan menjadi kewenangan majelis hakim.

Terkait sarana prasarana persidangan virtual, pengadilan telah menyiapkan secara maksimal sehingga saat sidang berlangsung tidak ada kendala teknis.

“Surat telah kami terima dari kuasa hukum Jerinx akan segera ditanggapi setelah surat diterima majelis hakim,” katanya.

PN Denpasar telah menyiapkan majelis hakim yang akan menangani kasus ujaran kebencian Jerinx, yakni Ida Ayu Adnya Dewi, I Made Pasek, dan I Dewa Made Budi Watsara.

Sementara tim penuntut umum berjumlah tujuh orang gabungan dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Negeri Denpasar. Empat jaksa dari Kejati Bali, yakni Otong Hendra Rahayu yang ditunjuk sebagai koordinator, I Bagus Putra Gede Agung, Anugrah Agung Saputra, Ni Putu Evy Widhiarini, serta tiga jaksa dari Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta, Made Ayu Citra Maya Sari dan Ida Bagus Putu Swadharma Diputra.


Editor : Dewi Umaryati