Pelaksanaan Vaksinasi di Bali Masih Jauh dari Target

Antara ยท Selasa, 27 April 2021 - 13:03:00 WITA
Pelaksanaan Vaksinasi di Bali Masih Jauh dari Target
Gubernur Bali I Wayan Koster. Foto: Antara

DENPASAR, iNews.id - Pelaksanaan vaksinasi di Bali masih jauh dari target 3 juta penduduk atau 70 persen dari total populasi penduduk Bali. Sejauh ini, baru 696.356 orang atau 23,2 persen dari target jumlah penduduk Bali yang mendapatkan vaksinasi tahap pertama. Sedangkan pada tahap kedua total warga yang menerima vaksin sebanyak 216.429 orang atau 7 persen. Bila ditotal baru sekitar 30 persen warga Bali telah divaksin.

"Target jumlah penduduk Bali yang akan divaksin sekitar 3 juta orang atau sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Bali atau sekitar 4,3 juta orang. Vaksin yang dibutuhkan sebanyak 6 juta dosis untuk dua kali suntikan," kata Gubernur Bali, I Wayan Koster dalam keterangannya di Denpasar, Selasa (27/4).

Koster menyinggung target tersebut telah disampaikan kepada Menteri Kesehatan dan sudah disepakati yang akan dilaksanakan secara bertahap, mulai Maret-Juni 2021 sesuai arahan Presiden Joko Widodo saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Bali pada 16 Maret yang lalu. Sedangkan jumlah vaksin yang sudah diterima hingga 22 April 2021 sebanyak 1.141.110 dosis atau sekitar 19 persen dari target sebanyak 6 juta dosis untuk membentuk herd immunity.

"Jumlah vaksin yang telah dialokasikan ke Bali, merupakan persentase tertinggi di Indonesia. Jumlah vaksin tersebut sudah dibagi untuk sembilan kabupaten/kota se-Bali," ujarnya.

Koster mengemukakan, kelompok masyarakat yang sudah divaksin yakni tenaga kerja kesehatan, pegawai pemerintah, TNI, Polri, kelompok lansia, pekerja pariwisata, tenaga pendidik, pedagang pasar, wartawan, atlet, tokoh agama, tokoh adat, seniman, pegawai bank, pegawai pasar swalayan, dan kelompok masyarakat lain.

"Kami bersama Bupati/Wali Kota yang dibantu oleh TNI dan Polri serta berbagai komponen masyarakat terus melakukan upaya percepatan vaksinasi dengan berbagai inovasi, seperti vaksinasi massal berbasis banjar (dusun), vaksinasi berbasis komunitas bagi pekerja pariwisata, tenaga pendidik, pasar swalayan, pedagang pasar, dan drive thru," katanya.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: