Miris, Kasus Bunuh Diri di Bali Naik Dua Kali Lipat selama Pandemi
DENPASAR, iNews.id - Kasus bunuh diri di Bali selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan dua kali lipat. Pada 2021 mencapai 125 orang.
"Angka ini meningkat tajam dibanding jumlah kasus bunuh diri selama tahun 2020 sebanyak 64 orang," kata I Gusti Rai Wiguna dari Yayasan LISA Helpline, Selasa (29/3/2022).
Mereka yang bunuh diri sebagian mengalami depresi akibat pandemi. Menurut Wiguna, ada 1.085 warga Bali yang meminta layanan konsultasi sepanjang 2021.
Mereka umumnya menyampaikan permasalahan seperti finansial, depresi, hingga gangguan bipolar.
Ada juga yang mengalami gangguan berat dan kemudian putus obat selama pandemi. Situasi ini menimbulkan beban yang besar bagi mereka.
Menurutnya, pandemi memberikan masalah yang besar bagi masyarakat.
Banyak yang bercerita mengenai masalah finansial seperti terlilit pinjaman online, merasa cemas karena mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), hingga sedih akibat adanya anggota keluarga yang meninggal karena Covid-19.
Selama 2021 itu, ada tujuh warga negara asing (WNA) yang melakukan konsultasi karena mengalami gangguan bipolar, mengalami gangguan depresi yang terlunta-lunta di Bali.
Wiguna berharap, LISA Helpline bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang depresi dan mengalami masalah lain tanpa bingung harus mengeluarkan biaya.
"Kami tidak memungut biaya dan tersedia 24 jam. Untuk mengakses layanan Lisa Helpline ini bisa melalui nomor kontak 08113855472 (Bahasa Indonesia), dan 08113815472 (Bahasa Inggris)," ujarnya.
LISA merupakan akronim dari Love Inside Suicide Awareness
Editor: Reza Yunanto