Kementan: Kematian Babi di Bali Belum Tentu karena Flu Afrika

Antara ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 16:46 WITA
Kementan: Kematian Babi di Bali Belum Tentu karena Flu Afrika
Peternakan babi. (dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.idKementerian Pertanian (Kementan) memantau kasus kematian babi di Bali. Sempat diduga karena African Swine Fever (ASF) atau flu babi afrika, penyebab pasti kematian tersebut saat ini masih belum ditemukan.

"Perlu dicatat bahwa kematian babi tersebut belum pasti karena ASF. Kami masih dalam proses pengujian dan diagnosa," kata Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Dia menyebut, kasus kematian babi di Provinsi Bali yang tercatat oleh Kementan dalam satu bulan terakhir mencapai 888 ekor.

Kasus kematian babi secara massal itu ditemukan di Kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, Tabanan dan Kota Denpasar.

Menurutnya, kematian babi yang diduga karena flu babi afrika tersebut masih memerlukan pengujian dan diagnosa di laboratorium rujukan. Saat ini, pengujian tersebut menurutnya sedang dalam proses.

Senada dengan Kementan, Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra sebelumnya juga mengatakan, kematian babi secara massal di Bali belum tentu karena terjangkit virus flu babi afrika.

Untuk menentukan suatu virus telah menginfeksi hewan hingga menyebabkan kematian secara massal dibutuhkan proses pengujian laboratorium.

“Itu masih suspect belum positif," katanya dalam keterangannya pada Jumat (7/7/2020).

Pernyataan Dewa Made Indra ini menanggapi pernyataan Kepala Dinas Pertanian, dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana yang menyebut kematian babi secara bersamaan di Bali karena positif terjangkit viru ASF atau flu babi afrika.


Editor : Reza Yunanto