Kasus Flu Babi di Bali, Sekda: Masih Suspect, Belum Positif

Antara ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 16:19 WIB
Kasus Flu Babi di Bali, Sekda: Masih Suspect, Belum Positif
Sekda Bali Dewa Made Indra menyantap daging babi guling. (Foto: Antara)

DENPASAR, iNews.id- Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra punya pendapat berbeda soal kematian ribuan ekor babi di Bali. Menurutnya, kematian ribuan babi tersebut belum tentu disebabkan oleh virus African Swine Flu (ASF) atau flu afrika.

"Itu masih suspect belum positif," kata Dewa Indra di Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, ada tahapan uji laboratorium yang harus dilalui untuk menyatakan penyebab kematian ribuan babi di Bali itu karena positif terinfeksi flu afrika atau tidak.

Saat ini, sampel babi mati tersebut memang telah dikirim oleh Balai Besar Veteriner Denpasar ke Balai Besar Veteriner Medan yang telah memiliki pengalaman mengidentifikasi virus ASF. Namun menurutnya, hasil uji lab sampel tersebut belum keluar.

"Tentu kami minta dipercepat, tetapi sesungguhnya yang jauh lebih penting itu bukan menunggu positif atau tidak," ujarnya.

Menurutnya daripada menunggu hasil uji lab tersebut, yang tak kalah penting dilakukan saat ini adalah waspada jika jumlah babi yang mati itu bertambah.

"Jadi isu virus ASF yang ramai di media itu baru suspect. Namun demikian, karena sudah menimbulkan kematian babi dalam jumlah yang signifikan, tentu harus kita waspadai," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pemprov Bali menyatakan kasus ribuan babi mati mendadak sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh virus ASF atau flu afrika.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana. Menurutnya, penyebab kematian ratusan babi di Bali itu diketahui setelah Balai Veteriner Denpasar mengambil sampel dan mengujinya di Medan.


Editor : Reza Yunanto