Flu Babi Afrika Mewabah, Pemerintah Bali Diminta Pantau Peternak

Antara ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 13:45 WIB
Flu Babi Afrika Mewabah, Pemerintah Bali Diminta Pantau Peternak
Peternakan babi. (dok iNews.id)

DENPASAR, iNews.id – DPRD Bali meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengambil tindakan cepat terkait mewabahnya Flu Afrika penyebab ribuan ekor babi di Bali mati. DPRD meminta Pemprov Bali segera memantau peternak.

"Saya harapkan pemerintah dalam hal ini Dinas Peternakan agar terus melakukan pemantauan di lapangan, karena semakin merebak wabah demam babi afrika," kata Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Suyasa di Denpasar, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, pemantauan ke lapangan sangat penting. Jika hanya menunggu laporan masyarakat, penanganan flu babi ini akan lambat. Saat ini, dia menilai, para peternak babi di Bali sudah mengalami kekhawatiran dengan adanya wabah virus flu babi afrika atau African Swine Flu.

"Para peternak babi saat ini merasa resah dan khawatir, sebab serangan dari wabah ASF datangnya mendadak. Dan jika sudah tertular ternak babi tersebut akan mati," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memberikan kompensasi bagi peternak yang hewannya terkena demam flu babi afrika ini.

"Saya meminta kepada pemerintah untuk memikirkan jalan keluar atau solusi bagi ternak warga yang sudah mati. Bisa dilakukan dengan penggantian. Ini kasus wabah, sehingga bisa meringankan beban mereka bagi peternak tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pemprov Bali menyatakan kasus ribuan babi mati mendadak sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh virus ASF.

Penyebaran wabah penyakit ini karena kontak langsung dengan babi liar atau babi lain yang terinfeksi. Konsumsi pakan yang terkontaminasi juga menjadi jalan penularan virus tersebut.


Editor : Reza Yunanto