Keluarga Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani Diambil Sampel DNA

Indira Arri · Selasa, 12 Januari 2021 - 14:26:00 WITA
Keluarga Pramugari Sriwijaya Air Mia Tresetyani Diambil Sampel DNA
Orang tua pramugari Sriwijaya Air SJ-182, Mia Tresetyani Wadu diambil sampel DNA oleh Tim DVI Polda Bali, Selasa (12/1/2021). (iNews.id/Indira Arri)

DENPASAR, iNews.id - Tim DVI Polda Bali mengambil sampel DNA orang tua pramugari Sriwijaya Air SJ-182, Mia Tresetyani Wadu. Pengambilan sampel tersebut untuk keperluan identifikasi korban.

Pengambilan sampel dilakukan di rumah orang tua Mia di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, Renon, Denpasar., Selasa (12/1/2021) pagi. Dua orang yang diambil sampel yakni Zet Wadu (ayah) dan Ni Luh Sudarni (ibu).

"Kemarin orang tuanya takut datang ke rumah sakit. Jadi kami jemput bola dan mereka memang lebih nyaman diambil sampel di rumah," kata Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Bali, AKBP dr I Nyoman Gustama, Selasa (12/1/2021).

Dia mengatakan, ada dua sampel DNA yang diambil dari kedua orang tua Mia, yakni sampel darah kering dan sampel mukosa mulut. Kedua sampel tersebut diperlukan tim DVI Polri untuk mengidentifikasi penumpang Sriwijaya Air SJ-182.

"Jenis sampel swab dan sampel darah ini nanti kita kirim ke Pusdokkes Labfor Jakarta untuk dicocokkan dengan temuan korban," tuturnya.   

Selain mengambil sampel DNA, Polda Bali juga menerima data antemortem Mia dari keluarga.

Orang tua pramugari Sriwijaya Air SJ-182, Mia Tresetyani Wadu diambil sampel DNA oleh Tim DVI Polda Bali, Selasa (12/1/2021). (iNews.id/Indira Arri)
Orang tua pramugari Sriwijaya Air SJ-182, Mia Tresetyani Wadu diambil sampel DNA oleh Tim DVI Polda Bali, Selasa (12/1/2021). (iNews.id/Indira Arri)

Polda Bali juga mengirim tim trauma healing ke rumah orang tua Mia. Tim tersebut akan memberikan konseling dan memastikan kondisi psikis keluarga terjaga selama menanti kabar pencarian Mia.

"Tim psikolog ini hadir di rumah duka untuk memberikan suppor," ujar Kabag Psikologi Biro SDM Polda Bali, AKBP Novian Susilo.

Mia merupakan salah satu awak kabin Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu. Perempuan 23 tahun itu sudah empat tahun menjadi pramugari. Hingga kini belum ada kabar terkait penemuan tubuh Mia.

Editor : Reza Yunanto