Keluarga Karyawati Bank Tewas di Bali Siapkan Ngaben, Jenazah Masih di Rumah Sakit
BADUNG, iNews.id - Keluarga karyawati bank, I Gusti Agung Mirah Lestari (42) yang tewas di Jembrana, Bali menyiapkan upacara Ngaben. Namun jenazah korban hingga kini masih berada di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
Korban merupakan seorang janda yang meninggalkan dua anak. Salah satunya adalah I Gusti Agung Pramita Jayantri (18).

Jayantri mengaku terpukul dengan kepergian ibunya yang meninggal secara tragis. Padahal, baru setahun lalu sang ayah meninggal karena sakit.
Kini, Jayantri dan adiknya menjadi yatim piatu. Dia berharap kematian ibunya segera terungkap dan pelaku mendapat hukuman setimpal.
"Dari dalam hati saya sangat ingin dihukum setimpal. Kalau hukuman karmapala serahkan saja sama Tuhan," ujar Jayantri ditemui di rumahnya di Desa Buduk, Mengwi, Kabupaten Badung, Kamis (25/8/2022).
Dia mengatakan, beberapa barang bukti terkait penyelidikan kematian ibunya telah diketahui. Namun dirinya enggan menyampaikan.
Upacara Ngaben tengah dipersiapkan keluarga korban, termasuk menentukan hari yang baik untuk pelaksanaannya.
Kendati demikian, keluarga masih menanti kepulangan jenazah korban. Sebab, jenazah korban masih di rumah sakit terkait kepentingan penyidikan.
Diberitakan sebelumnya, korban yang merupakan karyawati bank BPD Bali di Gianyar ditemukan tewas di pinggir Jalan Denpasar-Gilimanuk KM 118, Melaya, Jembrana, tepatnya di kawasan Taman Nasional Bali Barat pada Selasa (23/8) siang.

Saat ditemukan, tubuhnya penuh luka di kepala dan wajah. Ditemukan bekas luka terseret di kaki korban dan sejumlah jari patah.
Korban terakhir kali berkomunikasi dengan keluarga pada Minggu (21/8) sore melalui chatting WhatsApp dengan keluarga dan mengabarkan dalam perjalanan pulang ke rumah.
Handphone korban telah ditemukan, namun sim card dan memori telah hilang. Mobil korban juga terpantau menyeberang ke Pulau Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk.
Polisi belum bisa menyimpulkan penyebab dan motif kematian korban, apakah murni perampokan atau pembunuhan.
"Hasil autopsi masih diuji di labfor untuk mengetahui penyebab korban meninggal," kata Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana.
Editor: Reza Yunanto