Jenazah 3 Balita di Gianyar yang Diduga Tewas Diracun Ibunya Diautopsi

Aris Wiyanto ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 19:50 WIB
Jenazah 3 Balita di Gianyar yang Diduga Tewas Diracun Ibunya Diautopsi
Suasana di RSUD Sanglah tempat ketiga korban menjalani proses autopsi untuk kepentingan penyelidikan. (Foto: iNews/Aris Wiyanto)

DENPASAR, iNews.id – Jenazah ketiga anak balita yang menjadi korban dugaan tewas diracuni ibu kandungnya dengan cairan pembasmi serangga di Gianyar menjalani autopsi. Proses ini penting dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian ketiga korban.

Ketiga jenazah yang awalnya berada di Rumah Sakit (RS) Ganesha di Kabupaten Gianyar kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum daerah (RSUD) Sanglah di Kota Denpasar, Bali, Rabu (21/2/2018) sore.

Pihak keluarga mendesak rumah sakit untuk segera mengautopsi jenazah Nyoman Kresnadana Putra lakis (2), Made Mas Laksamana Putra Lakis (4), dan Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6). Desakan itu lantaran mereka ingin secepatnya membawa pulang ketiga anak-anak itu ke rumah duka.

Padahal di awal, pihak keluarga sempat berkeras menolak permintaan petugas berwajib untuk mengautopsi jenazah kerabat mereka. Setelah diberikan pemahaman hasil autopsi untuk kepentingan penyelidikan, mereka pun akhirnya memberikan izin. Namun sayangnya, hingga saat ini, pihak keluarga masih enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Mereka bahkan melarang pengambilan gambar dengan alasan privasi.


Diketahui, peristiwa tragis dugaan kasus percobaan bunuh diri dan pembunuhan itu terjadi di Banjar Palak, Desa Sukawati, Gianyar. Tepatnya di rumah nenek ketiga korban. Para anak-anak tak berdosa itu diduga menjadi korban aksi sadis ibu kandungnya sendiri, Ni Luh Putu Septyan Parmadani (33) yang merupakan seorang guru PNS.

Ditengarai, ibu korban mencekoki mereka dengan racun pembasmi serangga yang cairan dan pembungkusnya tercecer di ruang kamar tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui motif pelaku tega menghabisi nyawa tiga buah hatinya tersebut. Namun pelaku juga mencoba bunuh diri dengan ikut menenggak racun serangga dan menyayat kedua lengan dan lehernya. Percobaannya gagal, pelaku masih terselamatkan dan hingga saat ini menjalani perawatan intensif.

“Kasus ini masih kami selidiki. Petugas sudah mengumpulkan sejumlah bukti dan olah TKP. Kami juga mengumpulkan saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Putu Sugiarta.


Editor : Donald Karouw