Ini Kronologi Aksi PNS yang Racuni 3 Anaknya hingga Tewas di Gianyar

Nyoman Astana ยท Rabu, 21 Februari 2018 - 15:15 WIB
Ini Kronologi Aksi PNS yang Racuni 3 Anaknya hingga Tewas di Gianyar
Warga sekitar mendatangi lokasi rumah terjadinya aksi bunuh diri dan dugaan pembunuhan ibu terhadap ketiga anaknya di Gianyar. (Foto: iNews/Nyoman Astana)

GIANYAR, iNews. Id – Kasus dugaan percobaan bunuh diri dan pembunuhan sekeluarga di Gianyar Bali menghebohkan publik. Seorang guru PNS asal Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, diduga mencekoki ketiga anaknya dengan racun serangga hingga tewas. Sementara dirinya, yang turut meminum racun dan menyayat lengan dan leher dalam aksi bunuh diri itu gagal meninggal dunia dan masih terselamatkan.

Informasi yang dihimpun, kronologi percobaan bunuh diri dan pembunuhan ketiga anak dalam satu keluarga berawal saat terduga pelaku Ni Luh Putu Septyan Parmadani (33) bersama ketiga anaknya, masing-masing Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), Made Mas Laksamana Putra Lakis (4), dan Nyoman Kresnadana Putra lakis (2) mengunjungi rumah nenek mereka di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar pada Selasa 20 Februari 2018 sekitar pkl 12.45 wita.

Sekitar pukul 14.30 Wita suami terduga pelaku, Putu Mohdiana sempat datang ke rumah tersebut dan berbincang dengan isterinya. Suaminya mengajak isteri dan anak-anaknya pulang ke rumah mereka. Namun pelaku tidak menyanggupi permintaan suaminya.

Kemudian sekitar pukul 23.00 Wita, adik terduga pelaku I Nyoman Yoga sempat bertemu dengan Putu Mohdiana di depan pintu rumah. Dia menanyakan suami kakaknya itu hendak pergi ke mana malam-malam, yang langsung dijawab akan pulang ke rumahnya. Adik pelaku kemudian masuk ke rumah dan melihat kakaknya sedang menyusui anaknya. Selanjutnya, dia pergi ke kamarnya untuk beristirahat, sedangkan pelaku masih di luar bersama kakak yang lain dan ibunya.

Keesokan harinya, sekitar pukul 06:40 wita, Rabu (21/2/2018). Adik pelaku hendak mengambil alat mandi di kamar tempat kakanya menginap. Namun kondisi kamar terkunci dari dalam. Dia kemudian mengetuk dan menggedor pintu tapi tidak ada jawaban. Penasaran, dia kemudian memaksa masuk ke dalam kamar melalui jendela. Di situlah dia melihat kakaknya dan ketiga anaknya dalam kondisi terbujur kaku.

Posisi kakaknya dalam kondisi terlentang dengan sebilah pisau masih terpegang erat di jemari tangannya. Saat diperiksa, keadaan ketiga anak yang masih kecil itu sudah tidak bernapas, sedangkan terduga pelaku yang terlihat ada luka goresan di pergelangan tangan kiri dan leher bagian kanan, masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Nyoman Yoga kemudian membuka pintu kamar dan memanggil seluruh anggota keluarga selanjutnya membawa pelaku dan ketiga korban ke Rumah Sakit (RS) Ganesha. Tim medis rumah sakit langsung menangani serius kondisi ibu korban, sedangkan ketiga anaknya dinyatakan meninggal.

Pihak keluarga kemudian melaporkan ke Polsek Sukawati. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan di kamar tersebut, petugas menemukan cairan pembasmi serangga dalam kemasan plastik yang isinya sudah habis. Ceceran baygon, pisau dapur dan bercak darah.

Dugaan sementara, petugas menyimpulkan kematian ketiga korban disebabkan menenggak racun serangga yang dicekoki ibu kandungnya sebagai terduga pelaku. Dari kamar itu, petugas mengamankan satu bungkus cairan pembasmi serangga, dua buah pisau dapur, pensil, STNK, sepasang sandal, dan sebuah tutup botol.

“Kasus ini masih kami selidiki. Petugas sudah mengumpulkan sejumlah bukti dan olah TKP. Kami masih akan memeriksa saksi-saksi dan menunggu terduga pelaku sadar untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Putu Sugiarta.


Editor : Donald Karouw